Perkuat Rehabilitasi Mangrove, SPEAK Indonesia Latih Komunikasi Pendamping M4CR

  • 06 Okt 2026 19:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Yayasan Strategi Pengkajian Edukasi Alternatif Komunikasi (SPEAK) Indonesia memperkuat kemampuan komunikasi para pendamping dan pihak yang terlibat dalam program rehabilitasi mangrove atau Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) di Kalimantan Timur.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Strategi Komunikasi dan Pembekalan Toolkit M4CR selama dua hari, mulai 6-7 Oktober 2026, di salah satu hotel di Jalan Untung Suropati, Samarinda.

M4CR merupakan program Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Bank Dunia untuk memperluas dan memperkuat rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan.

Tak sekadar menanam, menurut Provincial Project Implementing Unit (PPIU) Manager M4CR Kaltim, Asman Azis, komunikasi juga menjadi bagian penting untuk mengajak masyarakat terlibat dalam program ini.

"Kondisi di lapangan sampai saat ini masih ada kesalahpahaman di publik, termasuk kelompok dampingan kita terkait M4CR. Apalagi kalau kita masuk ke daerah baru. Nah, inilah saya kira pentingnya kenapa kita perlu membangun cara, metode, dan toolkit dibantu SPEAK Indonesia," ucap Asman, Selasa, 6 Oktober 2026.

Sebanyak 50 peserta ikut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka, di antaranya pendamping desa M4CR, Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Delta Mahakam, kelompok masyarakat, pemerintah desa, dan insan media.

Materi yang diberikan meliputi teknik komunikasi di tingkat komunitas dan komunikasi krisis, pemaparan hasil scoping research, sharing session pengalaman di masyarakat, hingga pengenalan toolkit. Pelatihan berjalan dua arah dengan diskusi dan penggunaan media interaktif.

Pelaksana Penguatan Kapasitas SPEAK Indonesia, Muhammad Arbi Halim, saat membuka pelatihan, Selasa, 6 Oktober 2026. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Pelaksana Penguatan Kapasitas SPEAK Indonesia, Muhammad Arbi Halim, berharap penguatan kapasitas komunikasi dan pengenalan toolkit M4CR ini dapat membantu peserta menyampaikan informasi program dengan cara yang lebih mudah dipahami kelompok sasaran.

"Harapannya, teman-teman bisa memahami arahnya ke mana, tujuannya apa, kemudian bisa menerapkan teknik komunikasi dan fasilitasi yang didapat selama kegiatan ini ketika kembali mendampingi masyarakat,” ucap Arbi.

Pelatihan tersebut, lanjutnya, juga sekaligus menjadi ruang masukan untuk mengembangkan toolkit M4CR yang saat ini tengah dirancang. Dengan begitu, nantinya toolkit dapat lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Masukan teman-teman hasil diskusi kita, hasil pengayaan dan pengalaman masing-masing nanti kita bisa rekam jejaknya sehingga akan dilakukan perbaikan atau penambahan terkait dengan hal yang belum kita dapatkan di lapangan," kata Arbi, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....