Data Korban Lubang Tambang Berbeda, ESDM Kaltim Sebut Ada Hasil Verifikasi
- 03 Okt 2026 19:40 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan adanya perbedaan jumlah data korban meninggal yang dikaitkan dengan lubang tambang di wilayah Kaltim.
Perbedaan tersebut disampaikan Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, pada Sabtu 3 Oktober 2026. Ia mengatakan terdapat data yang mencatat sekitar 53 korban, sementara berdasarkan verifikasi Inspektur Tambang jumlah korban yang masuk kategori meninggal di lubang tambang tercatat 31 orang.
Bambang menjelaskan perbedaan tersebut terjadi karena tidak seluruh lokasi yang sebelumnya disebut sebagai lubang tambang atau void tambang dapat dikategorikan sebagai bagian dari aktivitas pertambangan setelah dilakukan verifikasi di lapangan.
“Kalau dari Inspektur Tambang 31 meninggal. Kenapa ada perbedaan? Karena banyak ternyata yang sudah diverifikasi itu bukanlah lubang tambang,” kata Bambang.
Bambang mencontohkan kasus kematian di Danau Lontar, Bukit Biru, Kutai Kartanegara, yang sebelumnya dikaitkan dengan salah satu perusahaan tambang. Berdasarkan pengecekan bersama pemerintah desa, lokasi tersebut disebut sebagai kolam alami yang telah ada sebelumnya.
"Pengecekan terhadap lokasi lain yang dikaitkan dengan aktivitas pertambangan menunjukkan kondisi serupa. Karena itu, data korban perlu diverifikasi berdasarkan kondisi dan status lokasi secara faktual sebelum dimasukkan dalam data kecelakaan lubang tambang," ujar Bambang.
Meski terdapat perbedaan data, Bambang menegaskan pemerintah tetap memperhatikan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan. Ia meminta perusahaan memberikan marka dan menjaga lubang tambang di wilayah konsesinya agar tidak dapat dimasuki masyarakat secara sembarangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....