Samarinda Siapkan Tujuh Trayek Angkutan Umum dari APBN 2027

  • 03 Okt 2026 10:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Rencana angkutan umum berbasis jalan raya di Samarinda mendapat dukungan pendanaan APBN 2027 melalui skema pembelian layanan.

Pemerintah pusat menyiapkan stimulus pembiayaan selama tiga tahun untuk mendukung operasional layanan tersebut. Pemerintah Kota Samarinda kini menyiapkan nota kesepahaman sebagai salah satu tahapan sebelum program direalisasikan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, persiapan program telah memasuki tahap penyusunan dokumen kerja sama. Pembiayaan melalui APBN tersebut menjadi dukungan awal bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan angkutan umum yang lebih teratur.

“Kita sudah dapat lampu hijau untuk dianggarkan APBN tahun 2027 di Samarinda,” kata Manalu saat dikonfirmasi Sabtu, 3 Oktober 2026.

Stimulus dari pemerintah pusat tersebut diberikan selama tiga tahun. Setelah periode pembiayaan berakhir, operasional layanan angkutan umum akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Samarinda.

Manalu menjelaskan, layanan yang disiapkan tidak menggunakan pola angkutan umum konvensional yang menunggu penumpang. Sistemnya akan mengutamakan ketepatan waktu dan jarak kedatangan antarkendaraan.

“Angkutan umum ini bukan model konvensional lama yang menunggu penumpang,” ucapnya.

Armada juga akan dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan dan keamanan penumpang. Fasilitas tersebut mencakup pendingin ruangan dan kamera pengawas, dengan standar penampilan pengemudi yang ditetapkan.

Masyarakat nantinya dapat memantau kedatangan armada melalui aplikasi. Aplikasi tersebut juga dirancang memberikan informasi mengenai ketersediaan tempat duduk dan ruang berdiri dalam kendaraan.

Untuk pembayaran, Dishub Samarinda menyiapkan sistem nontunai menggunakan kartu elektronik. Penumpang masuk melalui pintu depan dengan melakukan tap pada mesin Tap On Bus dan keluar melalui pintu tengah.

Setiap trayek direncanakan dilayani tujuh armada. Salah satu kendaraan disiapkan untuk kebutuhan penyandang disabilitas dengan akses khusus berupa ramp dan ruang duduk di bagian belakang.

“Armada disabilitas tetap menggunakan model yang sama dengan akses khusus bagian belakang,” ujar Manalu.

Konsep interior kendaraan juga dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan kapasitas penumpang. Tempat duduk dibuat melingkar, sementara bagian tengah kendaraan disiapkan sebagai ruang bagi penumpang berdiri.

Untuk tahap awal, program masih menggunakan armada berbahan bakar konvensional. Dishub Samarinda juga menyiapkan tujuh trayek utama serta trayek pengumpan atau feeder dari kawasan permukiman menuju jalur utama.

Kementerian Perhubungan telah mengirim tim ke Samarinda untuk mengkaji trayek yang menjadi prioritas. Samarinda Seberang dan Palaran menjadi dua wilayah yang disebut memiliki permintaan layanan angkutan umum dari masyarakat.

Teras Samarinda Tahap II juga disiapkan sebagai salah satu titik pemberangkatan karena telah memiliki shelter. Namun, penetapan trayek prioritas masih menunggu hasil kajian dan pembahasan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....