MTI Kaltim Dorong Evaluasi Bacitra Tak Hanya Berdasarkan Perpindahan Moda
- 20 Sep 2026 09:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Evaluasi layanan angkutan umum bersubsidi dinilai perlu memperluas ukuran keberhasilan, tidak hanya berdasarkan jumlah pengguna kendaraan pribadi yang berpindah ke bus. Anggota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kalimantan Timur, Sara Wibawaning Respati, mengatakan komposisi dan manfaat yang diterima penumpang juga perlu menjadi bagian dari penilaian.
Menurut Sara, skema Buy the Service atau BTS yang dijalankan Kementerian Perhubungan sejak 2020 pada sejumlah kota dirancang agar negara membeli layanan operator berdasarkan kilometer. Skema tersebut bertujuan menyediakan angkutan umum yang terjangkau dan andal sekaligus mendorong masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi, untuk menggunakan transportasi umum.
“Apabila keberhasilan bus kota hanya diukur dari berapa banyak pengguna kendaraan pribadi yang beralih, maka manfaat nyata bagi kelompok yang memang bergantung pada angkutan umum berisiko tidak terlihat sepenuhnya,” kata Sara pada Jumat 18 September 2026. Ia menilai satu program dapat memberikan manfaat mobilitas yang nyata meskipun manfaat tersebut tidak seluruhnya tercermin dalam ukuran perpindahan moda.
Hal tersebut terlihat dari hasil survei terhadap 205 penumpang Bacitra di tiga koridor pada Juni 2026. Survei menunjukkan sekitar seperlima responden tidak memiliki kendaraan pribadi, sementara sekitar separuh lainnya hanya memiliki sepeda motor, dengan sebagian besar perjalanan dilakukan untuk kebutuhan non-kerja seperti belanja dan rekreasi.
Sara menyebut komposisi penumpang perlu dicatat dan dilaporkan secara berkala, bersamaan dengan indikator seperti jumlah penumpang dan ketepatan waktu. Menurutnya, data tersebut penting untuk mengetahui kelompok masyarakat yang menerima manfaat dari layanan angkutan umum bersubsidi.
“Komposisi bukan detail administratif, ia membantu menunjukkan siapa yang menerima manfaat dari layanan,” ujarnya. Selain pencatatan penumpang, evaluasi juga dapat dilakukan terhadap spesifikasi armada dan halte berdasarkan karakteristik pengguna pada masing-masing koridor.
Sara menambahkan, ukuran keberhasilan layanan juga dapat diperluas dengan memasukkan aspek aksesibilitas dan mobilitas bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan pilihan perjalanan. Pada koridor yang didominasi penumpang berusia lanjut dan perjalanan siang hari, misalnya, kemudahan naik-turun, tempat duduk prioritas, waktu berhenti yang memadai, dan kenyamanan halte menjadi aspek yang relevan untuk dievaluasi.
Menurut Sara, pembenahan ukuran evaluasi tidak serta-merta berarti penambahan biaya besar. Data mengenai siapa pengguna layanan, bagaimana tingkat kepuasannya, serta manfaat mobilitas yang diterima dapat menjadi dasar untuk menilai perkembangan Bacitra dan menentukan aspek pelayanan yang perlu diperbaiki seiring bertambah matangnya sistem transportasi umum di Balikpapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....