Sebelas Kejadian Karhutla Tercatat di Berau, 3,4 Hektare Masih Belum Padam
- 03 Okt 2026 08:04 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sepanjang 30 September hingga 1 Oktober 2026. Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Berau yang diteruskan petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, tercatat 11 kejadian karhutla dengan luasan lahan terbakar mencapai sekitar 25 hektare.
"Laporan tersebut mencatat kejadian berlangsung dalam periode Rabu, 30 September 2026 pukul 20.00 WITA hingga Kamis, 1 Oktober 2026 pukul 19.59 WITA. Dari total luasan yang dilaporkan, sekitar 21,6 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara sekitar 3,4 hektare belum dapat dipadamkan", ujarnya.
Salah satu lokasi dengan luasan cukup besar berada di Kampung Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur. Kebakaran terjadi pada 30 September sekitar pukul 12.50 WITA, dengan luasan pada dua titik koordinat diperkirakan sekitar enam hektare. Sekitar 3,6 hektare dapat dipadamkan, sedangkan 2,4 hektare masih belum terpadamkan.
"Sebanyak 17 personel dikerahkan untuk penanganan di Kampung Batu-Batu, terdiri dari delapan personel KPHP Berau Utara, tiga Manggala Agni, tiga personel Polres dan tiga Masyarakat Peduli Api atau MPA Batu-Batu. Tim juga didukung kendaraan water tank, mobil operasional, dua unit slip on, mesin Mark-3, pompa apung, drone dan peralatan selang", katanya.
Di Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, kebakaran lahan terjadi di kawasan Jalan Bandara Kalimarau pada 30 September sekitar pukul 17.55 WITA. Luasan lahan terbakar diperkirakan satu hektare dan seluruhnya telah berhasil dipadamkan oleh empat personel Disdamkarmat menggunakan satu unit water tank.
Sementara itu, kebakaran juga dilaporkan di RT 03 Kampung Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, dengan luasan sekitar lima hektare. Dalam laporan disebutkan belum terdapat informasi apakah seluruh area telah berhasil dipadamkan. Salah satu kendala di lapangan adalah tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi.
Karhutla berikutnya terjadi di Jalan Murjani 3 Gang Wiro, Kelurahan Karang Ambun, Kecamatan Tanjung Redeb. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 13.40 WITA itu diperkirakan menghanguskan satu hektare lahan dan telah berhasil dipadamkan. Penyebabnya diduga akibat aktivitas pembakaran sampah.
Pada 1 Oktober, kebakaran lahan juga terjadi di RT 21 Limunjan, Kelurahan Sambaliung, Kecamatan Sambaliung. Luasan lahan terbakar diperkirakan satu hektare dan telah berhasil dipadamkan. Sebanyak 15 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari BPBD, TNI, polisi, Disdamkarmat, PMI, PT PAMA dan PT Berau Coal.
Di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, terdapat dua laporan kejadian. Kebakaran pertama sekitar pukul 12.30 WITA menghanguskan sekitar dua hektare lahan dan telah dipadamkan. Namun, tim menghadapi kendala berupa bahan bakar yang menipis dan kekurangan personel.
Kebakaran berikutnya di Jalan Leter S Kampung Labanan Jaya terjadi sekitar pukul 13.00 WITA dengan luasan diperkirakan lima hektare. Dalam laporan belum disebutkan apakah seluruh area telah berhasil dipadamkan. Kondisi bahan bakar yang menipis dan keterbatasan personel juga menjadi kendala penanganan.
Karhutla juga terjadi di Kampung Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, dengan luasan sekitar 0,5 hektare dan telah berhasil dipadamkan. Sebanyak delapan personel yang terdiri dari Disdamkarmat dan Manggala Agni dikerahkan. Pemadaman terkendala tidak adanya sumber air di sekitar lokasi.
Di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, kebakaran lahan diperkirakan mencapai dua hektare. Sekitar satu hektare telah dipadamkan, sementara satu hektare lainnya masih terbakar. Laporan menyebut kondisi kemarau dan dugaan kelalaian manusia atau pembukaan lahan sebagai faktor yang diduga memicu kejadian tersebut.
Sementara di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, karhutla terjadi pada 30 September sekitar pukul 21.00 WITA dengan luasan sekitar satu hektare dan telah dipadamkan. Penanganan dilakukan sembilan personel dari kecamatan dan perusahaan. Kondisi gelap tanpa penerangan menjadi kendala saat proses pemadaman.
Kebakaran lainnya dilaporkan di Jalan Poros Harapan Jaya-Segah, Kecamatan Segah, pada 1 Oktober sekitar pukul 14.00 WITA. Luasan lahan terbakar diperkirakan 0,5 hektare dan telah dipadamkan. Tim melakukan penanganan dengan membuat sekat menggunakan cangkul dan parang, dengan kondisi area gambut menjadi salah satu kendala di lapangan.
Selain penanganan kejadian, TRC-PB BPBD Kabupaten Berau juga melakukan piket posko di Kasai dan Sambaliung untuk pemantauan serta patroli karhutla. Posko induk melakukan monitoring dan menerima laporan kejadian, sementara posko lapangan melaksanakan piket, patroli dan pemantauan di masing-masing wilayah kecamatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....