Karhutla di Bengalon Kutai Timur Hanguskan Sekitar 4 Hektare Lahan
- 24 Sep 2026 21:32 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu 23 September 2026. Kebakaran melanda wilayah Desa Muara Bengalon RT 08 dan Desa Sepaso Selatan RT 08, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai empat hektare.
Berdasarkan laporan yang dibagikan Petugas Pusdalops BPBD Kaltim, Muriono, mengatakan kejadian tersebut dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 16.34 WITA. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan penanganan untuk mencegah api meluas ke area lainnya.
"Lokasi kebakaran berada di Desa Muara Bengalon RT 08 dan Desa Sepaso Selatan RT 08, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur," ujar Muriono.
Menurutnya, proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Berkat upaya bersama tim gabungan, api berhasil dipadamkan dan penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 20.02 WITA.
"Untuk luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar empat hektare," katanya.
Penanganan karhutla melibatkan sejumlah unsur dalam Tim Gabungan Karhutla Kecamatan Bengalon. Personel yang terlibat di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran, Yonif, Danposal TNI AL, Brigif, serta Koramil Bengalon.
Dalam operasi tersebut, petugas mengerahkan sejumlah peralatan untuk mendukung proses pemadaman. Peralatan yang digunakan meliputi satu unit mobil damkar karhutla, satu unit mobil patroli damkar, dan satu unit mobil patroli karhutla.
Selain itu, tim juga mengoperasikan satu unit mobil ambulans Yonif, satu unit pompa apung, dua unit pompa gendong, serta satu unit Alkon jinjing untuk mendukung upaya pemadaman di titik-titik yang terdampak.
Muriono menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi petugas di lapangan adalah jarak dari posko utama menuju titik kebakaran yang cukup jauh. Kondisi tersebut membuat proses mobilisasi personel dan peralatan membutuhkan waktu.
"Jarak dari posko utama menuju titik api cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu untuk mobilisasi. Selain itu, sumber air juga cukup jauh untuk pengisian tangki," ujarnya.
Meski menghadapi kendala jarak dan ketersediaan sumber air, personel gabungan tetap melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan. Koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam operasi pemadaman karhutla tersebut.
Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi karhutla, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar. Pemantauan dan penanganan cepat diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas dan berdampak lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....