DP3A Kaltim Ungkap Jenis Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

  • 02 Okt 2026 07:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya terbatas pada tindakan yang menimbulkan luka secara fisik. Kekerasan tersebut juga dapat berbentuk tekanan psikis, kekerasan seksual, penelantaran hingga eksploitasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3A Provinsi Kalimantan Timur, Junainah, dalam siaran RRI pada Senin 28 September 2026. Ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami berbagai bentuk kekerasan agar dapat mengenali dan mencegahnya sejak dini.

"Kekerasan fisik itu yang luka ya, ada luka berbekas gitu berdarah pokoknya fisik biru-biru lebam dan sebagainya itu fisik," kata Junainah.

Selain itu, ada kekerasan psikis dapat memberikan dampak terhadap kondisi mental seseorang. Korban dapat mengalami rasa tersinggung, kehilangan kepercayaan diri, merasa rendah diri, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena dampak kekerasan psikis tidak selalu dapat dilihat secara langsung seperti luka akibat kekerasan fisik. Korban yang terus-menerus mengalami tekanan dapat merasa terkucilkan dan enggan berinteraksi dengan orang lain.

"Kemudian ada yang kekerasan seksual. Kemudian juga ada penelantaran. Penelantaran kita juga tahu bahwasanya semua kebutuhannya dianggap enteng oleh bagian bagian tertentu ya," ujarnya.

Penelantaran dapat terjadi dalam berbagai lingkungan, termasuk di dalam rumah tangga. Ketika kebutuhan dasar maupun kebutuhan lain yang semestinya dipenuhi tidak diperhatikan, kondisi tersebut dapat menjadi bentuk penelantaran.

Bentuk kekerasan bisa juga berupa eksploitasi. Eksploitasi tidak hanya dapat menimpa perempuan atau anak, tetapi dapat menyasar manusia secara lebih luas. Dalam konteks yang lebih luas, eksploitasi juga dapat berkaitan dengan praktik perdagangan manusia dan bentuk pemanfaatan korban untuk memperoleh keuntungan. Karena itu, masyarakat dinilai perlu memahami bahwa kekerasan memiliki bentuk yang beragam dan tidak selalu terlihat dalam bentuk luka pada tubuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....