BPBD Kaltim Ungkap 70 Persen Hotspot Ada di Wilayah Pertambangan

  • 28 Agt 2026 20:11 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - BPBD Kalimantan Timur mengungkap sekitar 70 persen titik panas atau hotspot terpantau berada di kawasan pertambangan. Data tersebut merupakan hasil informasi yang diperoleh BPBD dari Polda Kaltim sepanjang Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan berdasarkan rekapitulasi 1 hingga 26 Agustus terdapat 14.795 hotspot di Kaltim. Jumlah tersebut terdiri atas 503 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 13.472 titik sedang, dan 820 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

"Itu bisa saja dari sektor-sektor lain baik permukiman, maupun tambang. Tapi informasi yang kami dapatkan dari Polda bahwa tingkat kepercayaan hotspot ini dari 14.794 ribu itu 70 persen ada di sektor tambang," ujar Buyung, dalam konferensi pers di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.

Informasi tersebut, tambah Buyung, diperoleh Polda Kaltim melalui aplikasi Lembuswana. Aplikasi tersebut menghubungkan data hotspot dengan Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah tempat titik panas terdeteksi.

Melalui aplikasi tersebut, Bhabinkamtibmas dapat memverifikasi lokasi hotspot di lapangan. Namun, Buyung mengatakan pihaknya belum dapat merinci jenis pertambangan yang dimaksud dalam data tersebut.

"Setahu saya di sini kan adanya batu bara dan sawit, mungkin seperti itu. Karena ngomongnya pertambangan, saya enggak berani nambah atau kurangi,” ucap Buyung.

Terkait dengan apakah ada kemungkinan pertemuan dengan perusahaan pertambangan, Buyung menyebut, hal itu merupakan kewenangan sektor masing-masing. Ia menegaskan posisi BPBD Kaltim hanya sebagai koordinator, walaupun ia mengaku telah mengirimkan surat untuk menindak lanjuti hal tersebut.

"Lebih baik dari sektornya masing-masing. Kami itu koordinasi saja walaupun sebenarnya bisa juga. Kami sudah mengirim surat kepada kepala perangkat daerah untuk mengoordinasikannya. Kalau kami semua yang kerjakan, repot juga. Kan ada asosiasi dan lain-lain," kata Buyung, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....