Tenggarong Didorong Jadi Compact City, Kolaborasi Jadi Kunci

  • 30 Sep 2026 20:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Tenggarong - Gagasan menjadikan Tenggarong sebagai Compact City mendapat respons dari pemerintah kecamatan. Konsep tersebut dinilai dapat menjadi arah baru dalam menata kawasan perkotaan agar lebih terintegrasi, efisien, sekaligus nyaman bagi masyarakat.

Gagasan itu sebelumnya disampaikan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri dalam pidato peringatan HUT ke-244 Kota Tenggarong.

Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso, mengatakan penerapan konsep tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, penataan kota tidak cukup jika hanya dilakukan pemerintah karena perkembangan kawasan perkotaan juga berkaitan dengan aktivitas masyarakat, dunia usaha dan komunitas.

“Harapan kita tentu konsep Compact City ini bisa kita wujudkan bersama. Tentunya perlu kerja sama semua pihak,” kata Eko.

Eko menilai Tenggarong memiliki sejumlah modal untuk dikembangkan sebagai kawasan perkotaan yang lebih terintegrasi. Selain berstatus sebagai pusat pemerintahan Kukar, kota tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara serta menjadi pusat berbagai aktivitas masyarakat.

Aktivitas pemerintahan, pendidikan, perdagangan, kebudayaan hingga kegiatan sosial masyarakat selama ini berlangsung di kawasan Tenggarong. Kondisi tersebut, menurut Eko, menjadi bagian yang perlu diperhitungkan dalam proses penataan kota ke depan.

Ia mengatakan perkembangan kota harus tetap memperhatikan karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat. Konsep Compact City dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengatur perkembangan tersebut sehingga berbagai aktivitas perkotaan dapat saling terhubung.

“Yang paling penting adalah bagaimana semua pihak memiliki komitmen yang sama untuk menjadikan Tenggarong semakin nyaman, tertata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah kecamatan, dukungan terhadap program pembangunan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kawasan perkotaan akan terus dilakukan. Namun, Eko menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah.

Peran masyarakat juga diperlukan, terutama dalam menjaga kebersihan, ketertiban, lingkungan dan pemanfaatan ruang publik. Kebiasaan masyarakat dalam menggunakan serta menjaga fasilitas kota menjadi bagian dari keberhasilan penataan kawasan.

Momentum peringatan HUT ke-244 Tenggarong juga dinilai menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran bersama mengenai arah perkembangan kota. Menurut Eko, perjalanan sejarah Tenggarong yang panjang perlu tetap menjadi bagian dari pembangunan ke depan.

Pertumbuhan kota, kata dia, sebaiknya berjalan beriringan dengan upaya mempertahankan identitas, adat dan budaya yang telah menjadi karakter Tenggarong.

Selain pembangunan fisik, penerapan Compact City juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan perkotaan yang mendukung kegiatan ekonomi, pelayanan publik, kualitas lingkungan dan interaksi sosial masyarakat.

“Jadi bukan hanya pemerintah yang bergerak. Semua harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas dan seluruh stakeholder harus berkolaborasi,” tuturnya.

Eko berharap gagasan Compact City yang disampaikan Bupati Aulia Rahman Basri dapat menjadi momentum untuk membangun kesamaan visi seluruh elemen di Tenggarong dalam menata dan mengembangkan kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....