BKSDA Dorong Perusahaan Tambang dan Sawit Sediakan Air untuk Satwa
- 30 Sep 2026 17:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Kutai Timur - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur meminta perusahaan yang mengelola kawasan tambang, perkebunan sawit hingga kehutanan ikut membantu menyediakan sumber air bagi satwa liar selama kemarau panjang.
Dorongan tersebut dilakukan setelah BKSDA melihat meningkatnya risiko kekeringan terhadap satwa di habitatnya. Salah satu dampaknya terlihat dari penyelamatan orangutan yang sebagian besar ditemukan dalam kondisi dehidrasi.
Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat edaran kepada sejumlah entitas yang mengelola kawasan di Kalimantan Timur.
“Kami juga sudah mengirimkan surat kepada entitas-entitas yang mengelola kawasan, baik tambang, sawit, maupun kehutanan, untuk membuat kubangan-kubangan air buatan yang disediakan untuk satwa,” kata Ari pada Rabu 30 September 2026.
Menurutnya, perusahaan yang memiliki kawasan dengan nilai konservasi tinggi dapat mengambil peran dalam menyediakan fasilitas tersebut.
BKSDA sendiri telah memulai program tersebut dengan membuat empat kubangan air sebagai tahap awal. Lokasinya dipilih pada jalur yang biasa digunakan satwa dan diupayakan tetap tersembunyi.
Air pada kubangan tersebut nantinya perlu diisi kembali oleh pengelola kawasan ketika mengalami penyusutan akibat kemarau.
Langkah tersebut dinilai penting karena satwa tidak selalu dapat mengandalkan sungai, genangan maupun vegetasi sebagai sumber air ketika kekeringan berlangsung ekstrem.
Founder Conservation Action Network (CAN), Paulinus Kristanto, mengatakan kondisi hutan yang terfragmentasi membuat perjalanan satwa dari satu kawasan ke kawasan lain semakin berisiko ketika sumber air terbatas.
“Dengan kondisi kemarau panjang dan hutan yang terfragmentasi, sumber air sangat kurang,” ujar Paulinus.
Ia menilai keterlibatan pengelola kawasan dapat membantu satwa mempertahankan pergerakannya selama musim kemarau, terutama ketika harus melewati kawasan yang minim tutupan hutan.
Sementara itu, BKSDA akan memantau efektivitas empat kubangan yang telah dibuat. Jika fasilitas tersebut terbukti dimanfaatkan satwa, penyediaan sumber air buatan akan diperluas.
Langkah tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, perusahaan pengelola kawasan dan organisasi konservasi dalam menghadapi tekanan kekeringan terhadap satwa liar di Kalimantan Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....