10 Tahun, BPJS Kesehatan Keluarkan Lebih dari Rp100 Triliun untuk Penyakit Jantung

  • 30 Sep 2026 15:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Penyakit jantung menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam kurun 2015 hingga 2025, BPJS Kesehatan mencatat pembiayaan lebih dari Rp100 triliun untuk menangani 172,3 juta kasus penyakit jantung.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan jumlah kasus sekaligus biaya yang dikeluarkan untuk penyakit jantung menunjukkan tren peningkatan dalam satu dekade terakhir.

“Seiring dengan bertumbuhnya jumlah peserta, pemanfaatan Program JKN untuk membiayai penyakit jantung juga ikut bertambah. Tahun 2015, ada 4,6 juta kasus penyakit jantung yang ditanggung BPJS Kesehatan dengan biaya sebesar Rp4,4 triliun. Angka tersebut terus bergerak naik hingga pada tahun 2025 jumlahnya mencapai 29,8 juta kasus dan menyedot biaya BPJS Kesehatan hingga Rp17,4 triliun,” kata Rizzky, Rabu, 30 september 2026.

Besarnya pembiayaan tersebut menempatkan penyakit jantung sebagai penyakit kronis dengan pengeluaran terbesar dibandingkan sejumlah penyakit katastropik lainnya yang ditanggung BPJS Kesehatan.

Pada periode yang sama, pembiayaan untuk gagal ginjal tercatat mencapai Rp83,8 triliun dengan jumlah 81,2 juta kasus. Sementara itu, penyakit kanker membutuhkan biaya sekitar Rp66 triliun untuk menjamin pelayanan terhadap sekitar 45 juta kasus.

Secara keseluruhan, BPJS Kesehatan mencatat pengeluaran Rp50,3 triliun pada 2025 untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit katastropik, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, kanker dan stroke. Jumlah tersebut setara dengan 26,42 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan pada tahun tersebut.

Rizzky mengatakan sebagian penyakit kronis sebenarnya dapat ditekan risikonya melalui penerapan pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Penyakit katastropik ini menghabiskan 26,42% dari total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan. Padahal penyakit kronis rata-rata dapat dicegah melalui perubahan pola hidup sehat dan deteksi dini kesehatan secara rutin,” jelasnya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian ialah semakin banyaknya penyakit kronis yang tidak lagi hanya dikaitkan dengan kelompok lanjut usia. Penyakit tersebut juga mulai banyak ditemukan pada masyarakat usia produktif.

Berangkat dari kondisi itu, BPJS Kesehatan mengembangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda. Program ini ditujukan untuk mendorong pencegahan penyakit kronis pada masyarakat berusia di bawah 45 tahun.

Melalui program tersebut, BPJS Kesehatan menggandeng komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, tenaga medis serta berbagai pemangku kepentingan JKN untuk memperkuat kegiatan promotif dan preventif. Rizzky mengajak masyarakat mulai memperhatikan kebiasaan sehari-hari, termasuk aktivitas fisik dan pola hidup sehat.

“Mengadopsi pola hidup sehat dan aktif berolahraga adalah investasi terbaik untuk masa depan kesehatan kita lima atau sepuluh tahun mendatang. Yang penting ada komitmen dan konsistensi diri sendiri,” tuturnya.

Selain menjaga pola hidup, peserta JKN juga dapat memanfaatkan layanan Skrining Riwayat Kesehatan untuk mengetahui risiko penyakit kronis sejak dini. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan satu kali dalam setahun bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas.

Layanan skrining dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, situs resmi BPJS Kesehatan, maupun dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.

Dalam proses skrining, peserta akan diminta mengisi sejumlah pertanyaan terkait pola hidup, riwayat penyakit pribadi, serta kondisi kesehatan keluarga. Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dalam waktu sekitar lima hingga 10 menit. “Makin cepat terdeteksi, makin cepat diantisipasi dan ditangani. Jangan lupa juga, selagi masih sehat, sempatkanlah untuk mengecek status kepesertaan JKN Anda,” ujar Rizzky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....