Dinkes Kaltim Perkuat Kapasitas Tenaga Kesehatan Tangani Gigitan Hewan Berbisa
- 21 Sep 2026 10:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat kapasitas tenaga medis dan tenaga kesehatan dalam menangani kasus gigitan hewan berbisa. Penguatan dilakukan melalui Webinar Penanganan Kasus Hewan Berbisa, Tumbuhan dan Jamur Beracun yang digelar secara daring, pada Senin 21 September 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati, mengatakan peningkatan kapasitas diperlukan karena masih terdapat petugas kesehatan yang belum terbarui pengetahuannya mengenai tata laksana kasus gigitan hewan berbisa. Penanganan yang tidak sesuai prosedur dapat meningkatkan risiko komplikasi hingga kematian.
“Permasalahan di Provinsi Kalimantan Timur saat ini tidak semua petugas medik dan kesehatan mengetahui atau ter-update terkait dengan tata laksana kasus gigitan hewan berbisa sesuai dengan standar WHO,” kata Fitnawati.
Menurut Fitnawati, petugas perlu mampu melakukan anamnesis secara lengkap serta pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang terhadap pasien. Identifikasi jenis ular dan efek bisa yang ditimbulkan juga menjadi bagian penting untuk menentukan tindakan medis berikutnya.
Fitnawati menjelaskan, kesalahan penanganan awal masih menjadi salah satu persoalan dalam kasus gigitan ular. Salah satunya adalah anggapan bahwa antivenom dapat diberikan untuk seluruh kasus gigitan ular tanpa terlebih dahulu melihat kondisi pasien dan efek sistemik yang ditimbulkan.
“Ketika ada kasus, kemudian pasien pergi ke fasilitas kesehatan, baik itu ke puskesmas atau ke rumah sakit, tindakan yang pertama yang harus dilakukan yaitu melakukan anamnesis sesuai dengan kejadian yang ada,” ujarnya.
Dinkes Kaltim menilai kegiatan peningkatan kapasitas tidak berhenti pada peserta webinar. Pengetahuan dan pembaruan informasi mengenai tata laksana kasus diharapkan dapat diteruskan kepada tenaga kesehatan lainnya di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing agar penanganan di lapangan semakin seragam dan sesuai standar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....