Dinkes Kaltim Perkuat Kapasitas Relawan Nonmedis Hadapi Kegawatdaruratan

  • 18 Sep 2026 10:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat kapasitas tenaga nonmedis dan relawan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Penguatan tersebut dinilai penting karena masyarakat kerap menjadi pihak pertama yang berada di lokasi ketika terjadi kecelakaan, bencana, maupun kondisi darurat lainnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui Webinar “Setiap Detik Berharga: Penguatan Kapasitas Nakes Nonmedis dalam Penanganan Kegawatdaruratan” yang digelar Rabu, 16 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat dan relawan mengenai tindakan awal yang dapat dilakukan sebelum korban memperoleh penanganan tenaga medis.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan keterbatasan akses terhadap tenaga medis membuat kemampuan masyarakat untuk memberikan pertolongan pertama menjadi penting. Menurutnya, pengetahuan dasar kegawatdaruratan dapat membantu menyelamatkan korban pada masa kritis.

“Karena kita tahu bahwa akses dan keterjangkauan tenaga medis sendiri sangat terbatas. Tentu kita ingin semua harus bisa menolong dirinya sendiri dan juga menolong orang lain yang ada di sekitar,” ujar Jaya.

Jaya menjelaskan, penanganan kegawatdaruratan memiliki periode waktu yang sangat menentukan keselamatan korban. Karena itu, masyarakat dan relawan perlu memahami tindakan yang tepat ketika berada dalam situasi dengan keterbatasan waktu dan sumber daya.

"Penanganan kegawatdaruratan di Kalimantan Timur telah didukung jejaring Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu atau SPGDT, jejaring tersebut melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan, Public Safety Center atau PSC 119, tenaga kesehatan, masyarakat, serta relawan," kata Jaya.

Jaya berharap, webinar tersebut dapat memperkuat kesiapan relawan untuk membantu masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat. Ia juga mendorong peserta memanfaatkan forum tersebut untuk membahas berbagai kendala di lapangan sehingga koordinasi dalam penanganan korban dapat berjalan lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....