Kasus Gigitan Ular di Kaltim Capai 134 Kasus hingga Agustus 2026

  • 21 Sep 2026 10:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mencatat 134 kasus gigitan ular hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 14 kasus mengalami efek sistemik dan satu kasus dilaporkan meninggal dunia akibat gigitan ular.

Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati, dalam Webinar Penanganan Kasus Hewan Berbisa, Tumbuhan dan Jamur Beracun, Senin 21 September 2026. Kasus gigitan ular tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Fitnawati mengatakan, pada 2025 Dinkes Kaltim mencatat 162 kasus gigitan ular dengan 14 kasus sistemik. Sementara pada 2026 hingga Agustus, jumlah laporan telah mencapai 134 kasus dengan jumlah kasus sistemik yang sama.

“Kalau kita lihat kasus sistemik di tahun 2026 penanganan kasusnya itu di Rumah Sakit Berau dengan penggunaan antivenom sebanyak 17 vial. Kemudian di Rumah Sakit Parkesit ada 14, dan di Rumah Sakit Wahab Sjahranie sebanyak 17 vial,” ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Fitnawati, saat menjelaskan laporan kasus gigitan ular di Kaltim. (foto: Dinkes Kaltim)

Menurut Fitnawati, penggunaan antivenom tersebut tercatat pada 12 rumah sakit yang menangani kasus gigitan ular di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat kemampuan penanganan kasus sejak pasien pertama kali datang.

"Tidak semua kasus gigitan ular membutuhkan pemberian antivenom. Pasien dengan efek lokal dapat ditangani melalui imobilisasi dan pemberian analgetik, sedangkan penggunaan antivenom diberikan pada pasien yang menunjukkan efek sistemik sesuai hasil pemeriksaan dan rekomendasi medis," ujar Fitnawati.

Dinkes Kaltim mendorong fasilitas kesehatan tingkat pertama dan rumah sakit untuk meningkatkan pencatatan, pelaporan, pemeriksaan serta penanganan kasus sesuai standar. Langkah tersebut dinilai penting agar kasus gigitan ular dapat ditangani secara cepat dan tepat serta mencegah terjadinya kematian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....