Tiga Satuan Polda Kaltim Tembus 5 Besar Kompolnas Awards 2026

  • 20 Sep 2026 05:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan- Tiga satuan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) berhasil menembus nominasi lima besar ajang bergengsi Kompolnas Awards 2026 tingkat nasional. Ketiga satuan tersebut mencakup Polda Kaltim pada kategori Polda, Polresta Balikpapan pada kategori Polres Kelompok C, serta Polres Kutai Barat pada kategori Polres Kelompok A. Capaian ini diumumkan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) setelah melalui proses seleksi berlapis yang melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, unsur media, hingga dewan pakar independen.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Kombes Pol. Tedy Sopandi, menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar mengejar trofi seremonial, melainkan menjadi tolok ukur evaluasi pelayanan publik secara nyata.

"Bagi kami, nominasi ini bukanlah tujuan akhir. Ini merupakan apresiasi sekaligus umpan balik (feedback) eksternal terhadap kinerja yang telah dilaksanakan. Ukuran keberhasilan kepolisian pada akhirnya bukan semata-mata penghargaan yang diterima, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran Polri melalui pelayanan yang cepat, transparan, profesional, responsif, dan berkeadilan," ujar Kombes Pol. Tedy Sopandi kepada RRI pada Sabtu, 19 September 2026.

Penilaian Kompolnas Awards 2026 menerapkan pendekatan komprehensif 5P (People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership) yang memotret kinerja kepolisian dari aspek kemanfaatan sosial, kemitraan strategis, hingga pemeliharaan kamtibmas yang berkelanjutan.

Poin-poin penting dalam capaian Polda Kaltim di Kompolnas Awards 2026. Dimana, Polda Kaltim bersaing di jajaran lima besar nasional bersama Polda Lampung, Polda Kepulauan Riau, Polda Sumatera Selatan, dan Polda Kalimantan Tengah.

Keberhasilan Polresta Balikpapan dan Polres Kutai Barat merupakan buah sinergi antara personel di lapangan, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, serta peran aktif masyarakat setempat.

Menindaklanjuti arahan Kapolri, setiap kritik dan aduan warga dijadikan instrumen deteksi dini (early warning system) untuk pembenahan berkelanjutan di seluruh satuan kerja.

Menutup keterangannya, Kombes Pol. Tedy mengimbau seluruh jajaran agar tidak lekas berpuas diri, melainkan menjadikan capaian ini sebagai pemacu integritas dan mutu pelayanan menuju Polri yang semakin presisi dan humanis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....