Pendekatan Humanis Redam Demo Mahasiswa Aliansi Balikpapan Bergerak
- 16 Jun 2026 07:11 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Aksi unjuk rasa gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak pada Senin, 15 Juni 2026 berlangsung kondusif. Meski sempat diwarnai aksi saling dorong dengan petugas kepolisian, demonstrasi tersebut tidak sampai menimbulkan korban luka maupun tindakan anarkistis.
Suasana ketat namun damai ini berhasil terjaga berkat langkah persuasif Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, yang langsung meredam ketegangan di lapangan.
Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menegaskan bahwa pihak kepolisian mengedepankan pendekatan humanis sejak awal. Polresta Balikpapan telah merancang skema pengamanan dan menjalin komunikasi intensif dengan koordinator lapangan sejak surat pemberitahuan aksi diterima.
"Kami memberikan pelayanan kepada adik-adik mahasiswa dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Penekanan utamanya adalah menjaga ketertiban umum di atas segalanya," ujar Jerrold kepada RRI, Senin, 15 Juni 2026.
Untuk meredam eskalasi massa, kepolisian juga menerjunkan personel Polisi Wanita (Polwan) yang bertindak sebagai tim negosiator di lini depan.
Koordinator Aksi Aliansi Balikpapan Bergerak, Wisnu Nugroho, mengungkapkan bahwa massa membawa 5 tuntutan isu nasional dan 9 tuntutan isu lokal. Salah satu sorotan utama mereka adalah masalah distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dinilai menyulitkan warga Balikpapan, khususnya pengendara roda dua dan pengemudi ojek dalam jaringan (ojek online).
"Kami sudah melakukan survei di beberapa SPBU. Ada yang tidak menyediakan Pertalite, bahkan ada yang hanya mengutamakan kendaraan roda empat, sementara roda dua tidak diperhatikan," ucap Wisnu.
Aliansi mahasiswa mendesak Pemerintah Kota Balikpapan segera mengevaluasi pasokan Pertalite. Mereka juga meminta aparat kepolisian menindak tegas pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi, seperti kendaraan yang memodifikasi kapasitas tangki menjadi lebih besar. Sementara untuk isu nasional, mahasiswa mendesak adanya evaluasi ulang terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Komando Desa (Kopdes) terkait ruang fiskal APBN.
Aksi unjuk rasa ini disambut langsung oleh jajaran DPRD Kota Balikpapan, di antaranya Wakil Ketua DPRD Yono Suherman dan Budiono, beserta sejumlah Ketua Komisi. Hadir pula Asisten Tata Pemerintahan (Asisten I) Sekretariat Kota Balikpapan, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga yang diwakili oleh Senior Supervisor Communication & Relation, Gayuh Mustiko Jati.
Demi mencairkan suasana, para pejabat, perwakilan Pertamina, Kapolresta, dan mahasiswa duduk lesehan bersama untuk membuka ruang dialog. Kendati dialog berjalan terbuka, mahasiswa tetap menjadwalkan agenda pengawalan ulang pada Kamis, 18 Juni 2026. Mereka menuntut pertemuan langsung yang menghadirkan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Ketua DPRD Balikpapan, Pertamina, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Lingkungan Hidup guna memastikan solusi konkret atas seluruh tuntutan mahasiswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....