Satu Unit Rumah di Sangatta Utara Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp750 Juta
- 02 Jun 2026 06:44 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Satu unit rumah milik warga di Jalan APT Pranoto RT 35, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, dilaporkan mengalami kebakaran pada Minggu 31 Mei 2026 sekitar pukul 18.45 WITA. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp750 juta.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Irma Yuwinda, seorang aparatur sipil negara yang berdomisili di Sangatta Utara.
Saat kejadian, rumah tersebut dihuni oleh Haidir (23), yang bekerja sebagai tenaga P3K di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur. Beruntung, seluruh penghuni berhasil selamat sehingga tidak terdapat korban cedera maupun korban jiwa dalam insiden tersebut.
Menurut keterangan saksi, peristiwa kebakaran pertama kali diketahui ketika Takbir dan Mahmud sedang berjaga di sebuah konter telepon seluler yang berada di seberang lokasi kejadian. Mereka mendengar suara klakson kendaraan yang melintas disertai teriakan warga yang memberitahukan adanya kebakaran.
Takbir kemudian melihat kepulan asap hitam muncul dari bagian belakang bangunan yang terbakar. Menyadari kondisi tersebut, ia segera berupaya memberi tahu warga sekitar dengan mengetuk pintu rumah di samping lokasi kebakaran, sedangkan Mahmud langsung menuju Kantor Pemadam Kebakaran di Jalan Cut Nyak Dien untuk melaporkan kejadian tersebut.
"Selanjutnya tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dan segera memadamkan api," ujarnya.
Petugas pemadam yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman guna mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar kawasan permukiman tersebut. Berkat respons cepat petugas dan dukungan warga, api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam.
Pada pukul 19.35 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dinyatakan aman serta terkendali. Hingga laporan disusun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Masih terdapat potensi ancaman kebakaran susulan apabila sumber api belum diketahui secara pasti dan masih terdapat material mudah terbakar di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, kepanikan warga dan terganggunya aktivitas masyarakat menjadi dampak yang turut dirasakan akibat peristiwa tersebut.
Perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanggulangan dini bahaya kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat penduduk. Sosialisasi yang masif dinilai penting untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.
Selain edukasi kepada masyarakat, setiap rumah tangga untuk menyiapkan sarana dan prasarana pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi awal ketika terjadi kebakaran. Kesiapsiagaan warga dapat membantu meminimalkan dampak kerugian serta mencegah meluasnya kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....