Dari Balik Jeruji, 16 Warga Binaan Lapas Kelas IIA Samarinda Belajar Meracik Kopi
- 16 Sep 2026 13:22 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Aroma harum biji kopi sangrai menyeruak dari balik dinding Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda di Jalan Jenderal Sudirman. Di balik jeruji, tampak deretan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tengah fokus belajar meracik kopi espresso sebagai bekal keterampilan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, menjelaskan sebanyak 16 WBP mengikuti pelatihan barista yang berlangsung selama 10 hari. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).
Pembekalan ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif sekaligus memberikan keterampilan industri kreatif yang tengah naik daun.
“Kami ingin saat mereka bebas nanti, ada keahlian nyata yang siap digunakan. Bisnis kedai kopi berkembang pesat di Samarinda, dan para WBP ini punya potensi besar untuk bersaing sebagai barista andal atau bahkan membuka usaha mandiri,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima rri.co.id, Rabu 16 September 2026.

Selama mengikuti pelatihan, lanjut Yohanis, para WBP tidak hanya belajar membuat racikan kopi. Mereka juga mendapatkan pengalaman menggunakan peralatan yang biasa digunakan dalam pekerjaan barista, sekaligus mengenal keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
"Para peserta belajar mengenali karakter biji kopi Nusantara, mengoperasikan mesin espresso, hingga menguasai teknik pembuatan kopi," ucap Yohanis.
Ia pun meyakini, pengalaman yang dipelajari para WBP akan memberi nuansa baru selama menjalani masa pembinaan. Di samping itu, juga menumbuhkan rasa percaya diri mereka menatap masa depan setelah selesai menjalani masa pidana.
"Kini, cangkir-cangkir kopi yang diseduh dari dalam Lapas Samarinda bukan lagi sekadar pemuas dahaga, tapi simbol perubahan dan bekal langkah baru menuju masyarakat," ucap Yohanis, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....