Hadapi Kemarau dan El Nino, PTMB Atur Strategi Distribusi Air Bersih di Balikpapan
- 16 Sep 2026 12:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan – Menghadapi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terus berupaya menjaga ketersediaan suplai air bersih bagi masyarakat. Meski pasokan di sebagian besar wilayah Balikpapan relatif terkendali, gangguan distribusi air kini terkonsentrasi di Balikpapan Timur dan sebagian Balikpapan Utara.
Untuk mengatasi gangguan tersebut, PTMB memberlakukan skema distribusi air secara bergilir dan menggandeng pihak swasta guna memperkuat pasokan air bersih selama kemarau panjang.
Dampak musim kemarau dan fenomena El Nino menyebabkan debit air baku Waduk Manggar menurun dari kondisi normal sekitar 1.150 liter per detik (l/detik) menjadi 900 l/detik. Penurunan tersebut berdampak langsung terhadap pasokan melalui jaringan pipa, terutama di Balikpapan Timur yang mengalami penurunan hingga 50 persen, serta sebagian wilayah Balikpapan Utara.
Direktur Operasional PTMB Balikpapan, Ali Rachman, menjelaskan pihaknya melakukan penyesuaian operasional dan rekayasa jaringan untuk memastikan distribusi air tetap dapat menjangkau masyarakat secara merata.
“Saat ini gangguan distribusi terkonsentrasi di Balikpapan Timur dan sebagian Balikpapan Utara. Untuk menyiasatinya, kami menerapkan sistem pengaliran bergilir, terutama pada malam hari saat beban penggunaan di instalasi hulu mulai menurun,” ujar Ali Rachman kepada RRI saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 16 September 2026.
Ali menambahkan, penyesuaian dilakukan secara ketat pada tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) utama. Alokasi IPA Kampung Damai dijaga pada kisaran 400 l/detik, sedangkan IPA Km 8 berada di kisaran 400–450 l/detik.
Sementara itu, kapasitas produksi IPA Km 12 mengalami penurunan dari 100 l/detik menjadi sekitar 30–50 l/detik. Untuk mengatasi kondisi tersebut, PTMB memberikan tambahan debit pada malam hari agar pasokan dapat menjangkau pelanggan di wilayah dengan elevasi tinggi, seperti Betuah dan Tamansari.
Sebagai solusi darurat sekaligus langkah jangka menengah, PTMB menyiagakan posko armada tangki di Asrama Haji Batakan untuk menyuplai pelanggan yang terdampak parah. Pelayanan melalui armada tangki ditargetkan dapat menjangkau pelanggan terdampak setidaknya satu kali dalam sepekan.
Selain itu, PTMB memaksimalkan operasional IPA ZAM, Gunung Sari, Prapatan, dan Baru Ulu. Perusahaan juga menunggu penyelesaian sumur baru bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS) di IPA ZAM untuk memperkuat ketersediaan air baku.
Sebagai langkah mitigasi jangka pendek dan menengah, PTMB juga menjalin kerja sama pemanfaatan tiga sumur dalam milik keluarga almarhum H. Sadang di kawasan Balikpapan Barat. Fasilitas tersebut telah dilengkapi sistem pengolahan dan reservoir mandiri yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan perkapalan dan pelabuhan.
Sumur tersebut direncanakan untuk memperkuat pasokan air di IPA Baru Ulu. Saat ini, kapasitas sumur di IPA Baru Ulu baru mencapai sekitar 20 l/detik dari kapasitas ideal 50 l/detik. Pengoperasian fasilitas tambahan tersebut masih menunggu penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kota Balikpapan.
Setelah kerja sama tersebut terealisasi, fasilitas sumur dan reservoir diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas IPA Baru Ulu dari sekitar 20 l/detik menuju target 50 l/detik.
“Kami terus berupaya menjaga ketersediaan air bersih warga semaksimal mungkin. Di tengah keterbatasan pasokan bahan baku ini, kami sangat mengimbau seluruh masyarakat Balikpapan untuk bijak dan hemat dalam menggunakan air,” kata Ali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....