BPBD: September Jadi Fase Kritis Karhutla di Kaltim
- 29 Sep 2026 11:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Baru memasuki 21 hari September, kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Timur telah merambah 2.505 hektare luas lahan terbakar.
Kondisi ini membuat September menjadi salah satu periode krusial dalam penanganan karhutla di Kaltim. Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kaltim mencatat, secara kumulatif sejak Januari hingga 21 September 2026 terdapat 1.470 kejadian kebakaran, total luas lahan yang terbakar mencapai 6.333 hektare pada Selasa, 29 September 2026.
Pada RRI, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menyebut peningkatan pada September cukup signifikan jika dibandingkan dengan kondisi hingga Agustus.
“September ini menjadi fase krusial dengan potensi peningkatan kasus yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, terutama pada Agustus,” ujar Buyung.
Data BPBD menunjukkan, hingga akhir Agustus 2026 luas lahan terbakar berada di angka 3.828 hektare. Dalam 21 hari September, angka tersebut bertambah 2.505 hektare.
Untuk mengejar titik-titik api yang masih tersisa, penanganan dilakukan secara gabungan melalui jalur darat dan udara. Satgas juga mendapat dukungan helikopter water bombing serta operasi modifikasi cuaca yang dilakukan bersama BNPB.
Sejumlah wilayah menjadi perhatian dalam operasi tersebut, di antaranya Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara.
Buyung mengatakan, pengerahan personel dan dukungan udara dilakukan untuk mempercepat pemadaman di lokasi yang masih terdapat titik api.
“Satgas gabungan darat dan udara dikerahkan secara intensif untuk memadamkan titik api yang tersisa, terutama di daerah rawan seperti Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara,” katanya.
Dengan masih tingginya potensi karhutla pada September, BPBD Kaltim terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah rawan. Masyarakat juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan agar aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran dapat dicegah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....