IPSM Samarinda Utara Gencarkan Sosialisasi Cegah Karhutla

  • 07 Sep 2026 07:27 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau tidak hanya dilakukan melalui patroli dan pemadaman. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya api, terutama dari aktivitas sederhana seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan.

Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Samarinda Utara, Salim, mengatakan pihaknya terus mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas pembakaran di kawasan yang berisiko menimbulkan kebakaran. Sosialisasi dilakukan dalam berbagai kesempatan, mulai dari komunikasi di tingkat rukun tetangga (RT) hingga kegiatan masyarakat.

“Kami selaku pekerja sosial tidak henti-hentinya menyampaikan kepada masyarakat larangan membakar lahan, hutan, maupun sampah,” ujar Salim.

Menurut Salim, penyampaian imbauan tidak hanya dilakukan secara formal. Pesan pencegahan karhutla juga disampaikan melalui grup komunikasi warga, pertemuan masyarakat, hingga kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang.

Bahkan, momentum kegiatan keagamaan turut dimanfaatkan untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Salim mengatakan kegiatan yang menghadirkan banyak warga menjadi kesempatan untuk menyampaikan pesan secara lebih luas.

“Memasuki bulan kegiatan hari besar Islam, seperti kegiatan Maulid, kami juga menyampaikan hal tersebut karena di situ tempat berkumpulnya banyak orang. Kami mengingatkan agar tidak membuang atau membakar sampah sembarangan,” kata Salim.

Ia mengakui bahwa sebagian kebakaran dapat terjadi akibat kelalaian yang tidak disengaja. Karena itu, pendekatan yang dilakukan pekerja sosial bukan semata-mata mencari siapa yang menjadi penyebab, tetapi berfokus pada penanganan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Kalau kami, jelas kami mengatasi masalah tersebut, bukan mencari siapa yang membuat masalah,” ucap Salim.

Sebagai Ketua IPSM Samarinda Utara, Salim juga mengaku rutin berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pendekatan dilakukan dengan mendatangi warga dari rumah ke rumah dalam berbagai kegiatan sosial. Menurutnya, cara tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pesan mengenai perlindungan sosial dan pencegahan bencana dapat diterima masyarakat.

“Saya selalu berkeliling dari rumah ke rumah dalam kegiatan sosial. Jadi, tidak henti-hentinya, tidak bosan-bosannya menyampaikan tentang hal itu,” ujar Salim.

Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Samarinda Utara, Salim, saat dialog bersama RRI dalam program Kentongan. (Foto: Tangkapan layar youtube RRI Samarinda)

Sosialisasi juga dilakukan dalam kegiatan pos pelayanan terpadu (Posyandu) yang menjadi salah satu tempat berkumpulnya masyarakat, terutama para ibu. Pesan mengenai larangan membakar sampah dan lahan disampaikan agar kesadaran pencegahan dapat diterapkan di lingkungan keluarga.

“Pada saat kegiatan Posyandu, tempat berkumpulnya ibu-ibu, juga kami sampaikan agar tidak membakar sampah dan tidak membakar lahan,” kata Salim.

Menurutnya, peran keluarga tetap penting karena aktivitas membuka atau mengelola lahan dapat dilakukan oleh anggota keluarga yang bekerja di sektor pertanian. Dengan adanya komunikasi di dalam keluarga, potensi tindakan yang dapat memicu kebakaran diharapkan dapat ditekan.

Selain sosialisasi, IPSM Samarinda Utara juga mendorong masyarakat untuk kembali memperkuat budaya gotong royong. Salim menilai kepedulian terhadap lingkungan seharusnya tidak hanya muncul ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi dilakukan sejak dini sebagai bentuk pencegahan bersama.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui kegiatan gotong royong membersihkan aliran sungai. Salim mengatakan kegiatan tersebut dilakukan pada Senin pagi dengan melibatkan masyarakat di wilayah Sungai Siring.

“Kemarin hari Senin pagi kami juga melakukan gotong royong. Kebetulan Sungai Siring bagian utara berbatasan dengan wilayah yang memiliki sungai sebagai hulu Sungai Karang Mumus,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, warga bersama-sama membersihkan aliran sungai dari sampah yang dapat menghambat aliran air. Sampah plastik dan berbagai material yang ditemukan di sungai turut diangkat agar lingkungan tetap bersih dan aliran air dapat terjaga.

“Jadi, membersihkan aliran sungai sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah. Sampah-sampah yang ada di dalam sungai, termasuk plastik, kami angkat semuanya,” ujarnya.

Gotong royong tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus menghadapi dampak musim kemarau. Bagi IPSM, pencegahan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.

Dengan kondisi cuaca yang panas dan kering, kesadaran warga untuk tidak menggunakan api secara sembarangan menjadi semakin penting. Edukasi, patroli, kebersihan lingkungan, dan gotong royong diharapkan dapat berjalan beriringan untuk mengurangi risiko karhutla di Samarinda Utara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....