KKN 52 Unmul dan PKK Dampingi UMKM Talisayan Berau Go Digital

  • 05 Sep 2026 08:26 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 52 Universitas Mulawarman (Unmul) mendorong pelaku UMKM Kampung Talisayan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan penggunaan QRIS dan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kegiatan bertajuk "Workshop dan Pelatihan Digitalisasi UMKM Talisayan" tersebut digelar bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kampung Talisayan di Ruang Rapat Kantor Kampung Talisayan, Berau, Kamis, 13 Agustus 2026. Kegiatan diikuti para pelaku UMKM serta sejumlah unsur pemerintah dan PKK setempat.

Anggota KKN Angkatan 52 Unmul, Nana Maritza, mengatakan digitalisasi dan legalitas menjadi hal penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis. Karena itu, peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi juga didampingi secara langsung.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu pelaku UMKM memahami penggunaan QRIS sekaligus memiliki NIB. Kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi mereka saat proses pembuatannya,” ujar Nana, dikutip rri.co.id dari keterangan resminya, Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, QRIS dapat memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis bagi pelaku usaha dan konsumen. Sementara, NIB menjadi identitas sekaligus legalitas yang penting bagi keberlangsungan usaha.

Selain itu, Nana menjelaskan, kepemilikan NIB juga dapat membantu pelaku usaha ketika ingin mengembangkan kerja sama atau mengakses berbagai program dukungan dari pemerintah maupun lembaga lainnya.

Karenanya dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat penjelasan mengenai cara menggunakan QRIS serta menjaga keamanan transaksi digital. Mereka juga mempelajari tahapan pengurusan NIB dan mendapatkan pendampingan teknis selama proses pendaftaran.

Tim Penggerak (TP) PKK Kampung Talisayan bersama mahasiswa KKN Angkatan 52 Unmul saat memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM di Ruang Rapat Kantor Kampung Talisayan, Kamis, 13 Agustus 2026. (Foto: Universitas Mulawarman)

Nana menuturkan, pendampingan secara langsung dilakukan agar pelaku UMKM tidak hanya memahami materi secara teori. Peserta juga diharapkan mampu mengurus layanan digital tersebut secara mandiri setelah kegiatan selesai.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, pelaku UMKM bisa lebih percaya diri menggunakan layanan digital. Dengan begitu, mereka dapat mengelola transaksi dan legalitas usahanya secara lebih mandiri sehingga usaha mereka bisa lebih berkembang,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....