Kompetensi Juleha Dinilai Semakin Penting jelang Idul Adha

  • 16 Mei 2026 16:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menjelang Hari Raya Idul Adha, kebutuhan akan juru sembelih halal atau Juleha dinilai semakin penting untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan sesuai syariat Islam, prinsip kesejahteraan hewan, serta standar keamanan pangan. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Bidang Penelitian dan Sertifikasi Halal Universitas Mulawarman, Novemia Fatmarischa.

Menurut Novemia, Juleha merupakan profesi yang membutuhkan kompetensi khusus, tidak hanya sekadar mampu menyembelih hewan.

“Juru sembelih halal adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam penyembelihan sesuai syariat Islam, memperhatikan kesejahteraan hewan, dan aspek keamanan pangan,” ujarnya saat menjadi narasumber Teras UMKM Pro4 Samarinda, dikutip Sabtu 16 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga Juleha biasanya meningkat signifikan menjelang Idul Adha, ketika jumlah hewan kurban yang disembelih meningkat drastis. Menurutnya, kehadiran tenaga kompeten penting agar proses penyembelihan tetap sesuai aturan dan tidak menimbulkan penderitaan pada hewan.

“Kita harus menghasilkan daging yang ASUH, yaitu aman, sehat, utuh, dan halal untuk dikonsumsi masyarakat,” ucapnya.

Novemia menambahkan, seorang Juleha wajib memenuhi standar kompetensi nasional atau SKKNI yang mencakup pemahaman syariat Islam, koordinasi kerja, keselamatan kerja, higiene sanitasi, hingga teknik penyembelihan yang benar. Selain itu, pemeriksaan kondisi fisik hewan sebelum disembelih juga menjadi bagian penting dari prosedur tersebut.

Dalam syarat penyembelihan halal, ia menegaskan penyembelih harus beragama Islam, mengucapkan basmalah, menggunakan alat yang tajam, serta memastikan hewan dalam kondisi hidup sebelum disembelih. “Penyembelihan juga harus memutus tiga saluran utama agar sesuai dengan syariat Islam,” katanya.

Sebagai perguruan tinggi, Universitas Mulawarman turut mengambil peran dalam pengembangan kompetensi Juleha melalui pelatihan, pendampingan, hingga kolaborasi dengan lembaga sertifikasi halal. Masyarakat yang ingin mengikuti pelatihan atau sertifikasi juga dapat memperoleh informasi melalui Halal Center Unmul.

Menurut Novemia, keberadaan Juleha juga berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen terhadap produk halal. Rumah potong yang memiliki tenaga Juleha bersertifikat dinilai lebih dipercaya karena telah menerapkan standar syariat, higienitas, dan kesejahteraan hewan secara menyeluruh.

Ia mengakui kebutuhan Juleha di Kalimantan Timur, termasuk di Samarinda, masih perlu ditingkatkan. “Semangat masyarakat sebenarnya cukup tinggi untuk ikut kompetensi Juleha, tinggal bagaimana edukasi dan akses pelatihannya terus diperluas,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....