Karhutla di Tabalar Berau Bakar Dua Hektare Kebun Warga

  • 05 Sep 2026 06:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Poros Tubaan-Berantai Kilometer 8, Desa Tubaan, Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat 4 Septembrr 2026. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar dua hektare lahan kebun masyarakat.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan laporan kejadian tersebut berdasarkan informasi dari Tim TRC-PB Kabupaten Berau. "Laporan karhutla diterima pada Jumat sekitar pukul 17.15 Wita," ucapnya.

Setelah laporan diterima, tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi. Kegiatan pemadaman dan pendinginan berlangsung mulai pukul 17.40 hingga 18.50 Wita di titik kejadian.

Muriono mengatakan, penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui. "Kondisi cuaca yang panas disertai angin diduga menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penyebaran api di area yang terbakar," katanya.

Karhutla tersebut terjadi di tengah laporan adanya kebakaran di beberapa titik secara bersamaan di sejumlah wilayah Kabupaten Berau. Kondisi ini membuat penanganan kebakaran lahan menjadi perhatian petugas di lapangan.

Dampak kebakaran tercatat mengenai kebun milik masyarakat. Berdasarkan laporan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.

Masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada Posko Karhutla Tabalar. Setelah menerima informasi, personel gabungan segera bergerak menuju tempat kejadian kebakaran untuk melakukan pemadaman.

Tim yang terlibat dalam penanganan terdiri dari TRC-PB BPBD Kabupaten Berau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Manggala Agni. "Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan guna memastikan tidak ada bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran," ujarnya.

Dalam penanganan tersebut, BPBD mengerahkan satu unit mobil dalkarhutla. Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengerahkan satu unit kendaraan water supply dari Pos Tabalar untuk mendukung proses pemadaman.

Petugas menghadapi kendala berupa akses jalan menuju lokasi yang cukup sulit. "Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim dalam menjangkau titik kebakaran dan melakukan penanganan secara maksimal," katanya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama ketika kondisi cuaca panas dan berangin. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Penanganan karhutla di Kabupaten Berau masih menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah meluasnya kebakaran lahan. Sinergi antara masyarakat, BPBD, Disdamkarmat, dan Manggala Agni dinilai penting dalam mempercepat pemadaman serta mencegah api kembali menyala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....