BBPOM Samarinda Tekankan Pemeriksaan Bahan Pangan, Cegah KLB Keracunan di SPPG
- 01 Sep 2026 08:58 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bimbingan Teknis Pencegahan Kejadian Luar Biasa atau KLB Keracunan Pangan, pada Selasa 1 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keamanan pangan, khususnya dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan atau BBPOM Samarinda, Christine Natalia Panjaitan, mengatakan pengawasan harus dimulai sejak bahan pangan diterima di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Menurutnya, pemeriksaan bahan baku menjadi salah satu tahapan penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi yang dapat memicu keracunan pangan.
Christine menjelaskan, bahan pangan segar seperti daging, telur, ikan, udang, buah, dan sayuran perlu mendapat perhatian lebih karena memiliki risiko kontaminasi. Ia meminta petugas tidak hanya melihat kondisi fisik bahan, tetapi juga memeriksa suhu, kemasan, label, serta sumber atau pemasok bahan pangan.
“Pastikan bahan pangan segar tidak rusak dan sesuai standar. Kita periksa fisik dan suhunya, kemudian kalau tidak memenuhi persyaratan, bahan tersebut harus ditolak,” ujar Christine dalam pemaparannya.
Ia juga meminta setiap SPPG menggunakan formulir penerimaan dan pemeriksaan bahan pangan yang telah disiapkan sebagai bagian dari pengendalian keamanan pangan. Dokumentasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap bahan yang masuk telah melalui pemeriksaan dan dapat ditelusuri apabila terjadi persoalan.
Christine mengingatkan pengelola SPPG untuk menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa pada pangan olahan terkemas. Bahan dengan kemasan rusak, bocor, menggembung, atau memiliki kondisi yang tidak sesuai harus ditolak dan dikembalikan kepada pemasok sesuai prosedur.
"Pengelola dapur MBG juga perlu memiliki pemasok yang dapat dipertanggungjawabkan dan, bila diperlukan, dilakukan audit terhadap pemasok," ucap Christine. Langkah tersebut penting karena keamanan pangan harus dijaga sejak bahan diterima hingga makanan siap dikonsumsi, sehingga potensi KLB dapat dicegah sedini mungkin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....