Antrean Panjang BBM di Bontang, DPRD Minta Pengiriman Tak Lagi Terlambat
- 01 Sep 2026 17:55 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Bontang - Persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di Kota Bontang kembali menjadi sorotan. DPRD Bontang mempertanyakan pola pengiriman BBM ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama terkait waktu kedatangan armada dan jumlah pasokan yang diterima.
Masalah tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Bontang dengan Pertamina Patra Niaga di Gedung DPRD Bontang, Senin, 31 Agustus 2026.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, menilai panjangnya antrean tidak sebanding dengan kondisi wilayah dan jumlah penduduk Bontang. Ia mempertanyakan alasan warga harus mengantre berjam-jam hingga menginap hanya untuk memperoleh BBM.
“Penduduk kita sedikit, wilayah kita kecil. Sangat aneh kalau warga harus menginap di jalan hanya untuk dapat Pertalite dan Solar. Jangan sampai Bontang ini dianaktirikan dalam pola distribusi dari depot,” kata Rustam.
Menurut Rustam, salah satu persoalan yang perlu dievaluasi adalah urutan pengiriman dari depot. Ia menyebut pasokan untuk Bontang kerap dikirim setelah kebutuhan di Samarinda dan Kutai Kartanegara dipenuhi.
Akibatnya, distribusi yang tiba lebih lambat dapat membuat ketersediaan BBM di SPBU tidak mampu mengimbangi antrean yang sudah terbentuk sejak pagi.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Bontang, Winardi, menyoroti persoalan lain, yakni waktu kedatangan mobil tangki. Ia menyebut armada pengangkut BBM masih sering tiba ketika antrean kendaraan sudah panjang.
“Kalau tangkinya datang sore, warga pasti menumpuk dari pagi karena tidak ada kepastian pasokan,” ujarnya.
Winardi juga meminta penjelasan mengenai perbedaan antara volume BBM yang dipesan SPBU dan jumlah yang diterima. Ia mengungkapkan, ada SPBU yang mengajukan permintaan antara 16 sampai 18 kiloliter, tetapi realisasi pengirimannya hanya sekitar 8 kiloliter.
Menurut dia, persoalan tersebut perlu diperjelas agar tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pengelola SPBU maupun masyarakat yang bergantung pada pasokan BBM.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Kaltim, Hermawan Bagus, mengatakan pihaknya mencatat sejumlah masukan yang disampaikan DPRD Bontang.
Ia menjelaskan, distribusi BBM ke Bontang sebelumnya memang menghadapi kendala teknis, termasuk pengaturan jam kerja pengemudi mobil tangki serta proses pengiriman dari supply point.
“Kami terima masukan dari anggota dewan. Evaluasi jadwal pengiriman akan segera kami koordinasikan dengan depot agar waktu tiba mobil tangki di Bontang lebih optimal,” kata Bagus.
Komisi B DPRD Bontang meminta evaluasi tidak berhenti pada perubahan jadwal. Dewan juga meminta adanya keterbukaan mengenai pola dan volume distribusi sehingga pasokan BBM yang diterima SPBU dapat diketahui secara jelas.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketidakpastian pasokan dan mencegah antrean panjang kembali terjadi di Bontang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....