Dinkes Samarinda Lanjutkan Transformasi Faskes, Bidik Puskesmas yang Tersisa

  • 31 Agt 2026 17:38 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda mulai melakukan transformasi sejumlah fasilitas kesehatan sejak 2024. Pembenahan dilakukan pada bangunan puskesmas serta penambahan fasilitas kesehatan di RSUD I.A Moeis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, mengatakan seluruh proses pembangunan tersebut telah rampung pada akhir 2025. Meski sudah digunakan, fasilitas tersebut baru diresmikan secara bersamaan pada Senin, 31 Agustus 2026.

“Kita mulai proses transformasi ini dari tahun 2024. Bisa dipastikan tahun lalu 2025 akhir semua selesai. Bangunannya sudah berjalan, sudah operasional, tetapi baru diresmikan pada 31 Agustus ini,” ujar Ismed.

Selain pembenahan gedung, RSUD I.A Moeis juga mendapat tambahan fasilitas Cathlab untuk mendukung pelayanan penyakit jantung. Fasilitas tersebut diperoleh melalui bantuan hibah dari Kementerian Kesehatan.

Ismed mengatakan, peningkatan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari upaya Pemkot Samarinda memperkuat pelayanan dasar. Komitmen tersebut juga terlihat dari hasil penilaian pelayanan publik di Samarinda yang menempatkan sejumlah fasilitas kesehatan dalam lima besar.

“Tahun lalu dari 78 pelayanan publik di Kota Samarinda, lima teratas semuanya dari fasilitas kesehatan. Itu menunjukkan komitmen kita. Terlepas dari peningkatan sarana fisik, kita juga berusaha semaksimal mungkin meningkatkan pelayanan publik,” ucapnya.

Menurut Ismed, pembenahan fasilitas kesehatan di Samarinda akan terus berlangsung, khususnya pada sejumlah puskesmas yang kondisi fisiknya belum ideal. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kemampuan dan kebijakan Pemerintah Kota Samarinda.

Ia menyebut, saat ini hanya tersisa sekitar satu atau dua puskesmas yang dinilai masih membutuhkan perbaikan dari sisi bangunan. Salah satunya, Puskesmas Temindung yang kondisinya masih perlu ditingkatkan.

Meski demikian, Ismed memastikan kondisi bangunan tidak menjadi satu-satunya ukuran kualitas pelayanan. Dinkes Samarinda tetap berupaya memberikan pelayanan yang setara di seluruh puskesmas.

“Kalau dari sisi pelayanan saya bisa pastikan sebenarnya pelayanannya kurang lebih sama antara puskesmas yang sudah bagus bangunan fisiknya maupun yang masih kurang layak,” ujarnya.

Ismed pun berharap program pemerintah pusat untuk merehabilitasi 10 ribu puskesmas di Indonesia dapat turut mendukung peningkatan fasilitas kesehatan di daerah. Jika program tersebut berjalan, puskesmas yang masih membutuhkan pembenahan dapat menjadi bagian dari sasaran rehabilitasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....