BGTK Kaltim Dorong Pembelajaran Mendalam Berbasis Mata Pelajaran
- 31 Agt 2026 15:25 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur mendorong penerapan pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan coding dan kecerdasan artifisial pada setiap mata pelajaran. Strategi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus kemampuan literasi digital dan pemecahan masalah peserta didik.
Kepala BGTK Kaltim, Wiwik Setiawati mengatakan, implementasi pembelajaran mendalam dan coding serta kecerdasan artifisial tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Program tersebut juga diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir komputasional, analisis data, algoritma, pemrograman serta pemahaman terhadap etika kecerdasan artifisial.
“Upaya ini sistematis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui integrasi pembelajaran mendalam serta coding dan kecerdasan artifisial ke dalam setiap mata pelajaran,” kata Wiwik, pada Minggu 30 Agustus 2026.
Menurut Wiwik, penerapan strategi tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun pembelajaran inovatif dan asesmen yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS. Output yang diharapkan antara lain perangkat pembelajaran berbasis mata pelajaran serta instrumen asesmen yang mengukur literasi, numerasi dan kemampuan berpikir kritis.
BGTK Kaltim juga mengembangkan konsep sekolah model pembelajaran mendalam. Wiwik menyebut terdapat 32 sekolah model yang menjadi bagian dari pengembangan praktik pembelajaran dengan tiga keunggulan utama, yakni keunggulan pendidik dalam mengajar, keunggulan belajar murid dan keunggulan kepemimpinan kepala sekolah.
“Jadi ada tiga kriteria unggul di dalam sekolah model, yaitu bagaimana cara mengajar gurunya, keunggulan belajar murid dan keunggulan kepemimpinan kepala sekolah,” ujarnya.
Dalam implementasinya, kepala sekolah juga dituntut memiliki kepemimpinan pembelajaran mendalam, mampu mengelola sumber daya, membangun kemitraan dan ekosistem pembelajaran serta memanfaatkan teknologi digital. Sementara guru diarahkan untuk mengembangkan pembelajaran yang efektif, autentik, berkeadilan dan terus melakukan pengembangan diri. (zul)
Wiwik menambahkan, penerapan pembelajaran mendalam membutuhkan kolaborasi antara guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Melalui kelompok kerja, para peserta dapat melakukan refleksi, berbagi praktik baik, berdiskusi dan menguji hasil pembelajaran sebelum diterapkan serta dikembangkan di satuan pendidikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....