BGTK Kaltim Soroti Tantangan Numerasi Indonesia sejak Usia Dini

  • 11 Sep 2026 12:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Rendahnya kemampuan numerasi menjadi salah satu persoalan pendidikan yang mendapat perhatian dalam Webinar Etam Kayuh Bebaya “Gerakan Numerasi Nasional di PAUD” yang digelar BGTK Provinsi Kalimantan Timur. Penguatan numerasi dinilai perlu dimulai sejak usia dini untuk membangun cara berpikir dan penalaran anak.

Kepala BGTK Kaltim, Wiwik Setiawati, mengatakan salah satu latar belakang lahirnya Gerakan Numerasi Nasional berkaitan dengan hasil berbagai asesmen yang menunjukkan kemampuan numerasi masyarakat Indonesia masih perlu diperkuat.

Wiwik menyebut hasil Programme for International Student Assessment atau PISA menunjukkan posisi Indonesia masih berada pada kelompok bawah dalam capaian numerasi. “Dari hasil yang disampaikan, masih banyak murid yang performanya tergolong low performing dan belum mencapai level kompetensi minimum,” kata Wiwik.

Selain kemampuan peserta didik, Wiwik juga menyoroti hasil pengukuran kompetensi orang dewasa yang memperlihatkan masih terbatasnya kemampuan menggunakan konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung dasar.

Menurut Wiwik, persoalan lain yang ditemukan adalah stigma bahwa matematika merupakan pelajaran sulit. Persepsi tersebut dapat memunculkan math anxiety atau kecemasan terhadap matematika, sehingga anak sejak awal sudah merasa tidak mampu sebelum mempelajarinya.

“Kalau anak-anak sudah memiliki stigma bahwa matematika itu sulit, seakan-akan ada blok dalam pikirannya bahwa saya tidak bisa. Ini yang menjadi tantangan kita untuk mengenalkan numerasi dengan cara yang lebih menyenangkan,” ujarnya.

Kepala BGTK Kaltim menjelaskan pembelajaran numerasi tidak seharusnya hanya berorientasi pada hafalan rumus dan prosedur. Konsep numerasi perlu dikaitkan dengan persoalan nyata agar peserta didik memahami manfaat pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Karena PAUD merupakan fase pondasi, guru memiliki peran mengenalkan konsep numerasi melalui aktivitas yang sesuai dengan dunia anak, termasuk bermain dan eksplorasi. “Kita ingin anak-anak mengenal bahwa numerasi itu asyik, tidak sulit, sehingga fondasi pemahamannya sudah dibangun sejak usia dini,” kata Wiwik pada Kamis 10 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....