Kemarau Panjang Geser Musim Tanam di Berau, Panen Berpotensi Mundur ke 2027
- 31 Agt 2026 15:26 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Kemarau panjang tidak hanya menurunkan hasil pertanian di Kabupaten Berau, tetapi juga mulai mengganggu kalender tanam petani. Jika kondisi kering terus berlangsung, sejumlah tanaman yang seharusnya masuk masa produksi tahun ini berpotensi baru dipanen pada 2027.
Pergeseran musim tanam menjadi salah satu kekhawatiran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau. Sebab, keterlambatan menanam akan berpengaruh langsung terhadap perhitungan total produksi pangan pada 2026.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan hingga saat ini petani masih menghadapi keterbatasan air akibat musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Padahal, berdasarkan kalender pertanian, sejumlah petani seharusnya sudah mulai memasuki masa tanam pada Agustus dan September. Namun minimnya curah hujan membuat sebagian rencana tersebut harus ditunda.
"Kondisi ini diperparah dengan semakin panjangnya musim kemarau. Hujan diperkirakan baru mulai turun sekitar Oktober, jadi jadwal tanam yang seharusnya berlangsung pada Agustus dan September berpotensi bergeser," kata Lita, Senin, 31 agustus 2026.
Menurutnya, keterlambatan tersebut dapat menimbulkan efek berantai terhadap produksi pertanian. Tanaman yang baru ditanam pada Oktober, November, bahkan Desember diperkirakan belum dapat dipanen sebelum pergantian tahun.
Kondisi itu membuat hasil panen dari masa tanam akhir tahun tidak lagi masuk dalam akumulasi produksi pertanian 2026.
"Kalau rencana tanam bergeser sampai Oktober, bahkan November atau Desember, panennya nanti baru di 2027. Itu yang menyebabkan produksi 2026 yang dihitung sampai Desember kemungkinan mengalami penurunan cukup drastis," ujarnya.
Selain padi, dampak kemarau juga dirasakan petani jagung. Sejumlah petani memilih menunda penanaman karena kondisi tanah belum mendapatkan cukup pasokan air.
Sementara tanaman cabai yang masih berada dalam masa produktif berusaha dipertahankan melalui penyiraman agar tidak mengalami kekeringan.
DTPHP Berau mencatat hingga Agustus 2026, capaian produksi tiga komoditas strategis, yakni padi, jagung, dan cabai, masih berada di kisaran 40 hingga 50 persen.
Angka tersebut dinilai belum sesuai dengan target capaian pertengahan hingga akhir tahun yang semestinya sudah berada pada level 70 sampai 80 persen.
Situasi ini membuat sektor pertanian Berau kini menghadapi dua tantangan sekaligus, yakni mempertahankan tanaman yang masih produktif di tengah kekeringan dan menyiapkan pola tanam baru setelah musim hujan kembali tiba.
Kemarau yang berkepanjangan pun berpotensi meninggalkan dampak lebih panjang dari sekadar penurunan panen, karena perubahan jadwal tanam tahun ini dapat menentukan capaian produksi pangan Berau pada tahun berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....