Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Kukar Siapkan Tambahan Anggaran BBM Armada Pemadam

  • 31 Agt 2026 10:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Kukar - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mulai memperkuat dukungan operasional untuk menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat selama musim kemarau.

Salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah adalah menambah anggaran untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) kendaraan operasional pemadam. Tambahan dukungan tersebut diperlukan agar mobilisasi petugas dan armada ke lokasi kebakaran tetap berjalan selama operasi penanganan karhutla.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan kebutuhan BBM tidak hanya diperuntukkan bagi armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetapi juga Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) serta wilayah kecamatan yang membutuhkan dukungan.

“Kita sudah minta pendampingan Kejari Kukar, akan ada penambahan anggaran pengadaan bahan bakar mobil melalui satu pintu,” kata Aulia, Minggu 30 Agustus 2026.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan besaran anggaran tambahan tersebut. Perhitungan masih dilakukan dengan melihat kebutuhan armada dan perkiraan lamanya operasi penanganan karhutla.

“Terkait berapa anggaran yang dibutuhkan guna pembelian BBM, Pemkab akan menghitung dulu kebutuhannya,” ujarnya.

Penguatan operasional dilakukan karena kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung cukup panjang. Pemerintah daerah memperkirakan cuaca kering dapat bertahan hingga Oktober dan berpotensi berlanjut sampai November apabila curah hujan belum kembali normal.

Aulia mengatakan kondisi tersebut menuntut kesiapan personel dan armada pemadam sejak dini. Penanganan karhutla, menurutnya, tidak boleh menunggu api membesar sebelum petugas bergerak.

Selain memperkuat kesiapan armada, pemerintah daerah juga mendorong masyarakat ikut menjaga lingkungan dengan menghindari pembakaran saat membuka maupun membersihkan lahan.

Aulia menilai dukungan operasional yang memadai harus dibarengi dengan pencegahan di tingkat masyarakat agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal.

Pemkab Kukar juga menginstruksikan pelaksanaan salat Istisqa sebagai ikhtiar agar hujan segera turun dan kondisi lahan yang kering dapat kembali mendapatkan pasokan air.

“Kami juga sudah menginstruksikan agar dilaksanakan salat Istisqa dengan berdoa memohon hujan segera turun,” katanya.

Dengan ancaman kemarau yang diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan, pemerintah daerah kini menyiapkan kebutuhan operasional sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan meningkatnya karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....