Kapolres Berau Tinjau Posko Karhutla, Pastikan Kesiapan 225 Personel Gabungan
- 31 Agt 2026 09:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto turun langsung meninjau sejumlah posko dan lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau. Peninjauan tersebut dilakukan pada Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026 untuk memastikan kesiapan personel serta sarana penanganan karhutla di sejumlah wilayah rawan.
Sebanyak 225 personel gabungan disiagakan dalam operasi penanggulangan bencana tersebut. Kapolres ingin memastikan kesiapan pasukan di lapangan sekaligus melihat langsung kondisi wilayah yang memiliki potensi kebakaran.
Didampingi Pejabat Utama Polres Berau, Ridho menyambangi sejumlah titik penanganan karhutla. Rombongan memulai agenda dari Posko Karhutla Batu-Batu sebelum bergerak menuju lokasi kebakaran dan Posko Kampung Kasai.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Posko Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan. Kapolres bersama jajaran juga memeriksa kesiapan Posko Merancang di Kecamatan Gunung Tabur.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan rapat evaluasi bersama jajaran kepolisian di Polsek Derawan. Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto mengatakan keberadaan personel dan posko lapangan menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap potensi kebakaran.
Menurutnya, kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi perhatian utama mengingat ancaman karhutla dapat berkembang dengan cepat, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.
“Keberhasilan pelaksanaan tugas bukan hanya diukur dari kemampuan kita dalam menangani kebakaran yang telah terjadi, tetapi yang lebih utama adalah sejauh mana kita mampu melakukan pencegahan secara dini sehingga Karhutla dapat dicegah sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujarnya, pada Minggu 30 Agustus 2026.
Melalui Operasi Aman Nusa II Mahakam 2026, jajaran Polres Berau bersama unsur terkait terus memperkuat kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi kebakaran di berbagai wilayah Kabupaten Berau. "Kita siap siaga dan tidak akan berhenti sebelum benar-benar dapat dipastikan situasi terkendali," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....