Karhutla Meluas di KHDTK Labanan, Api Mendekati Sekolah Hutan Orangutan
- 29 Agt 2026 09:09 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di kawasan KHDTK Labanan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Api dengan cepat membesar akibat kondisi vegetasi yang didominasi semak dan belukar kering, ditambah tiupan angin kencang di lokasi kejadian. Petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman agar kobaran api tidak semakin meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.
Namun, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain kondisi musim kemarau yang membuat vegetasi mudah terbakar, sumber air berada cukup jauh dari titik kebakaran.
Anggota Manggala Agni, Eko, mengatakan keterbatasan peralatan juga menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Saat ini, pemadaman hanya didukung dua unit tangki air dengan kapasitas masing-masing sekitar 1.200 liter.
"Kendala di lapangan titik air itu jauh dari wilayah kebakaran, peralatan juga masih minim, jadi ini menyulitkan petugas dan membuat proses pemadaman semakin lama," katanya.
Air digunakan secara maksimal melalui mesin bertekanan tinggi untuk mengejar penyebaran api. Namun, penggunaan mesin tersebut membuat persediaan air lebih cepat habis sehingga petugas harus kembali melakukan mobilisasi untuk mengambil pasokan air.
"Mesin yang kami gunakan itu bertekanan tinggi, sementara tangki air yang kami bawa berisi 1200 liter. masing - masing ada dua, tapi tetap cepat habis karena wilayah yang terbakar juga luas. karena air cepat habis jadi petugas harus kembali mengisi air dan itu membutuhkan waktu," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama. Jarak sumber air yang cukup jauh menyebabkan petugas harus bolak-balik mengisi tangki sebelum kembali melakukan penyemprotan di titik api.
Kebakaran di kawasan KHDTK Labanan ini juga menjadi perhatian karena api dilaporkan telah mendekati kawasan sekolah hutan yang dikelola Centre for Orangutan Protection.
Petugas terus berupaya membuat pengendalian di sekitar titik kebakaran untuk mencegah api merembet ke kawasan konservasi dan mengancam habitat satwa, khususnya orangutan yang berada di sekitar kawasan tersebut. Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....