BPBD Kaltim Bersiap Ajukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Tekan Karhutla
- 28 Agt 2026 18:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menyiapkan rencana operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan saat ini OMC telah dilaksanakan di dua wilayah, yakni Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kabupaten Berau. Sementara pelaksanaan untuk cakupan wilayah Kaltim masih menunggu penetapan dari pemerintah.
"Kami juga sedang menyusun, masih dalam proses. Mudah-mudahan kalau memang sudah ditetapkan besok oleh Pak Gubernur kami akan menyampaikan usulan OMC kepada BNPB dan BMKG," kata Buyung, dikutip pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, pelaksanaan OMC tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena sangat bergantung pada kondisi atmosfer. Salah satu faktor utama yang harus tersedia adalah keberadaan awan yang memiliki potensi untuk menghasilkan hujan.
Karena itu, BMKG perlu melihat wilayah mana yang memiliki potensi awan sebelum menentukan lokasi pelaksanaan OMC. Selain itu, kondisi angin juga menjadi pertimbangan agar penyemaian awan dapat memberikan hasil yang optimal.
"Seperti di IKN yang sudah melakukan OMC dengan pembiayaan OIKN sendiri untuk mengisi embung di sana karena sudah mulai kekurangan. Hasilnya ada hujan meski bukan tepat di IKN-nya. Itu bisa ngelewatin karena anginnya kencang," ujarnya, menjelaskan.
Di samping itu, Buyung mengatakan Kaltim perlu menunggu karena pelaksanaan OMC dilakukan berdasarkan skala prioritas nasional. Merujuk informasi dari BNPB, kondisi karhutla di Kaltim berada pada urutan kesembilan secara nasional.
“Bukan berarti tidak gawat, gawat juga. Tetapi ada yang lebih gawat. Tiga pertama di Kalimantan dan tiga lainnya di Sumatera yang menjadi prioritas,” kata dia.
Meski begitu, Buyung berharap OMC bisa dilaksanakan di Kaltim pada awal September 2026. Upaya ini diharapkan membantu mengurangi dampak kekeringan sekaligus menekan risiko karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah, khususnya Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Kutai Barat (Kubar).
"Intinya nanti BMKG melihat dulu mana potensi awan yang ada. Kalau memang titik hujannya itu bisa melampaui semua area yang besar sampai Kukar, Kubar Alhamdulillah. Kami berharap di awal September sudah ada upaya dari BMKG," kata Buyung, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....