Dinkes Kaltim Perkuat Sistem Komando Krisis Kesehatan dan Laporan Dini

  • 27 Agt 2026 10:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat sistem komando dan pelaporan dini dalam menghadapi penyakit sensitif iklim serta potensi krisis kesehatan. Upaya tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan respons kesehatan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan penanggulangan krisis kesehatan memerlukan komitmen bersama dari seluruh pihak. Menurutnya, kehadiran peserta dalam pertemuan koordinasi menjadi bukti pentingnya sinergi untuk meningkatkan kewaspadaan sistem kesehatan di Kaltim.

“Kehadiran ini merupakan bukti komitmen bersama dalam meningkatkan kewaspadaan, sinergi, dan kesiapsiagaan sistem kesehatan kita di Provinsi Kalimantan Timur,” kata Jaya.

Jaya menjelaskan, kesiapsiagaan krisis kesehatan didukung oleh kerangka regulasi yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas pra-krisis dan kepatuhan terhadap alur komando yang terintegrasi. Sistem pelaporan kewaspadaan dini juga harus berjalan cepat agar setiap potensi masalah dapat segera direspons.

Menurut Jaya, pelaporan dini diperlukan untuk mendukung pengambilan keputusan dan penanganan darurat secara tepat. Informasi mengenai potensi ancaman kesehatan harus segera diteruskan melalui sistem yang telah disiapkan agar intervensi dapat dilakukan sesuai standar.

Dalam penanganan bencana, Dinas Kesehatan akan mengaktifkan tim krisis kesehatan sebagai bagian dari sistem penanganan. Sementara BPBD memiliki peran penting dalam mengoordinasikan penanggulangan bencana sesuai dengan tahapan yang berlaku.

Jaya menjelaskan koordinasi harus berlangsung mulai dari status siaga, tanggap darurat, evakuasi hingga rehabilitasi. Seluruh notifikasi dan sistem komunikasi harus diaktifkan agar tidak terjadi keterlambatan informasi ketika muncul bencana akibat alam, iklim maupun faktor sosial.

“Saya mengharapkan dari BPBD maupun tim krisis untuk melakukan bimbingan dan pelatihan, kemudian semua sistem dan notifikasinya diaktifkan ketika terjadi permasalahan yang berkaitan dengan bencana,” ujar Jaya pada Rabu 26 Agustus 2026. (zul)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....