BPSDM Kaltim Dorong Penguatan Integritas ASN di tengah Tekanan Sistem

  • 12 Sep 2026 18:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Menjaga nilai integritas menjadi tantangan yang dihadapi aparatur sipil negara (ASN) ketika berhadapan dengan tekanan hierarki, tuntutan pekerjaan, hingga konflik antara nilai profesional dan kondisi organisasi.

Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Sharing Session Episode 120 bertajuk “Ketika Integritas Bertemu Tekanan Sistem” yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, pada Jumat 11 September 2026.

Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, mengatakan peran ASN tidak hanya diukur dari kemampuan mencapai target kinerja. ASN juga memiliki tanggung jawab menjaga etika, akuntabilitas, integritas, dan kepentingan publik dalam menjalankan tugas.

“Menjadi ASN bukan hanya tentang mencapai target kinerja, tetapi juga tentang bagaimana menjaga integritas, etika, akuntabilitas dan kepentingan publik. Namun, dalam menjalankan tugas kita tidak selalu berada dalam situasi yang ideal,” kata Nina Dewi.

Menurut Nina, tekanan dari sistem organisasi dapat menjadi persoalan serius apabila tidak disikapi dengan kemampuan refleksi yang baik. Karena itu, forum tersebut menjadi ruang untuk memahami tekanan kerja, konflik nilai, stres kerja, moral distress, hingga persoalan psikologis yang dapat muncul dalam lingkungan birokrasi.

Nina menegaskan organisasi dan pimpinan juga memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis, terbuka, dan adil. Lingkungan kerja tersebut tetap harus dibangun dengan menjunjung tinggi nilai integritas sebagai dasar pelaksanaan tugas ASN.

“Birokrasi yang hebat bukan hanya birokrasi yang mampu mencapai target, tetapi birokrasi yang mampu menjaga manusia-manusia di dalamnya untuk tetap berintegritas, sehat dan bermakna dalam menjalankan pengabdian,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....