Satpol PP Kaltim Masuk Lima Besar Pelaporan Trantibum Nasional per Agustus 2026

  • 12 Sep 2026 12:39 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Satpol Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil masuk lima besar provinsi dengan pelaporan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibum dan Tranmas) terbanyak melalui SIP POLPP nasional periode Agustus 2026. Kaltim menempati posisi kelima dengan sembilan laporan dari delapan provinsi yang tercatat dalam sistem.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kaltim, Edwin Noviansyah Rachim, menyebut capaian itu menunjukkan konsistensi jajarannya dalam melaporkan pelaksanaan tugas. Ia pun mengapresiasi kerja tim yang mampu mempertahankan posisi Kaltim dalam daftar 10 besar pelaporan nasional.

“Kita konsisten berada di 10 besar. Dengan penuh rasa syukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, saya mengucapkan terima kasih kepada tim Bidang Trantibum atas konsistensi dalam pencapaian kinerja pelaporan Tibum dan Tranmas melalui SIP POLPP,” ujar Edwin, dikutip rri.co.id, dalam keterangan resminya, Sabtu, 12 September 2026.

Rekap SIP POLPP Kementerian Dalam Negeri mencatat Kaltim berada di bawah Jawa Timur, Sumatra Selatan, Lampung, dan Sumatra Utara. Kemudian, berada di atas Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah.

Sementara itu, pada pelaporan tingkat kota, Balikpapan menjadi daerah dengan laporan terbanyak secara nasional. Kota minyak ini berhasil mencatat 1.073 laporan Tibum dan Tranmas selama Agustus 2026.

Rekap giat penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibum dan Tranmas) melalui Sistem Informasi Pelaporan Polisi Pamong Praja (SIP POLPP) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia periode Agustus 2026. (Foto: Satpol PP Provinsi Kaltim)

Edwin menjelaskan, secara keseluruhan, SIP POLPP mencatat 13.846 laporan dari 107 daerah selama bulan Agustus. Jumlah tersebut terdiri atas delapan provinsi, 72 kabupaten, dan 27 kota.

"Jadi, kalau dari 38 provinsi tercatat delapan yang sudah melapor. Lalu dari 416 kabupaten sebanyak 72 yang melapor dan dari 98 kota ada 27 yang sudah melaporkan ke SIP POLPP," ucap Edwin.

Jenis kegiatan yang paling banyak dilaporkan, lanjutnya, adalah pengamanan dengan 5.941 laporan. Kemudian, kegiatan patroli mencapai 4.155 laporan, dan penertiban sebanyak 1.474 laporan.

Disusul 931 laporan kegiatan pembinaan dan penyuluhan, 816 kegiatan pengawalan serta 390 kegiatan deteksi dan cegah dini.

Sementara itu, penanganan unjuk rasa dan kerusuhan massa tercatat 117 laporan dan sebanyak 22 laporan lainnya masuk dalam kategori tanpa keterangan.

Meski konsisten berada di 10 besar pelaporan SIP POLPP, Edwin berharap, capaian tersebut mendorong timnya untuk terus meningkatkan kinerja. Ia menilai, kerja sama dan dedikasi personel menjadi kunci dalam mempertahankan capaian pelaporan.

“Pencapaian ini tidak akan kita raih jika bukan dari kerja sama kita semua yang luar biasa. Saya harap hasil ini dapat memotivasi kita untuk terus berkembang dan lebih bersemangat untuk menjadi yang terbaik,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....