BPBD Berau Siapkan Antisipasi Hadapi Potensi Kemarau Panjang hingga Akhir Tahun
- 27 Agt 2026 10:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Berau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta berdampak pada aktivitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi, mengatakan pihaknya masih mencermati perkembangan kondisi cuaca dan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika kemarau berlangsung lebih lama, BPBD akan menyiapkan langkah penanganan yang lebih besar.
“Kita masih menduga-duga ya. Kemarin katanya sampai Oktober, tetapi puncaknya adalah Agustus,” ujar Masyhadi dalam Dialog Kentongan RRI Samarinda, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, BPBD perlu mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini apabila kondisi kering berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Salah satu opsi yang disiapkan yakni menaikkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.
Masyhadi menjelaskan, perubahan status tersebut akan membuat penanganan bencana melibatkan lebih banyak unsur.
“Jika ini berkepanjangan tentu kemungkinan kita akan menaikkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. Kalau sudah tanggap darurat, semua elemen harus ikut serta dan kami minta sampai tingkat pusat bisa membantu daerah,” kata dia.
Meski demikian, Masyhadi berharap kondisi kemarau tidak berlangsung terlalu lama dan curah hujan kembali meningkat setelah Agustus sehingga risiko kebakaran serya dampak kekeringan dapat berkurang.
Selain karhutla, lanjutnya, kemarau dan kabut asap juga mulai memengaruhi aktivitas transportasi udara di Berau. Dalam beberapa hari terakhir, jadwal pendaratan pesawat sempat mengalami keterlambatan akibat kondisi udara yang kurang mendukung.
“Kalau berkepanjangan ini banyak yang terdampak, termasuk perekonomian daerah. Kami sudah tiga hari ini pendaratan pesawat terganggu juga. Yang biasanya mendarat pagi, sekarang mendaratnya siang jam 11.00 Wita,” ucap Masyhadi.
Namun, kondisi tersebut mulai membaik setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah Berau beberapa hari lalu. Hujan yang turun dan tersebar merata membantu mengurangi kabut di udara sehingga jarak pandang berangsur membaik.
Masyhadi mengatakan perubahan kondisi tersebut memberi harapan bagi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kemarau panjang. Meski begitu, BPBD tetap mempertahankan kesiapsiagaan sambil memantau perkembangan cuaca dalam beberapa waktu ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....