IPSI Samarinda Uji Kesiapan 31 Kelas menuju Porprov Paser

  • 22 Agt 2026 12:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Persiapan atlet pencak silat Samarinda menuju Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov VIII Kalimantan Timur mulai memasuki tahap pengujian kemampuan bertanding.

Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia atau IPSI Samarinda menggelar Sparring Day di Gedung Pencak Silat Folder Air Hitam, Samarinda, Sabtu 22 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi untuk mengukur perkembangan teknik para atlet sebelum menghadapi persaingan di Porprov.

Porprov VIII Kaltim sendiri telah ditetapkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14 hingga 27 November 2026. Penyelenggaraan tersebut menjadi salah satu agenda penting pembinaan olahraga daerah sekaligus bagian dari proses menjaring atlet potensial menuju jenjang prestasi berikutnya.

Pelatih tim pencak silat Samarinda, Abdul Muqit Irsyat, mengatakan Sparring Day tidak semata-mata ditujukan untuk mencari hasil pertandingan. Para atlet justru diberi kesempatan menguji teknik yang selama ini mereka latih ketika berhadapan dengan lawan.

“Persiapan untuk menghadapi sparing hari ini sebenarnya untuk menguji sejauh mana peningkatan teknik-teknik atlet tim Samarinda yang akan berlaga di Porprov,” kata Abdul Muqit kepada rri.co.id, Sabtu 22 Agustus 2026.

Menurutnya, persiapan tim Samarinda telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Atlet yang diproyeksikan untuk Porprov berada pada kelompok usia dewasa, mulai 17 hingga 30 tahun.

Untuk Sparring Day, seluruh atlet yang diproyeksikan tampil di Porprov dilibatkan. Mereka menjalani simulasi pertandingan antarsesama atlet Samarinda dengan cakupan 31 kelas pertandingan yang dipersiapkan untuk ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Format latihan tersebut menjadi penting karena pertandingan resmi membutuhkan kemampuan yang tidak hanya dibangun melalui latihan teknik. Atlet juga harus mampu membaca pergerakan lawan, menjaga konsentrasi, mengatur tenaga, serta mengambil keputusan dalam situasi pertandingan.

Namun, proses persiapan tim Samarinda masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan kedisiplinan atlet yang perlu terus dibangun agar program latihan dapat berjalan secara konsisten.

Keterbatasan peralatan latihan juga menjadi persoalan lain. Abdul Muqit menyebut sejumlah perlengkapan sudah mengalami kerusakan sehingga perlu diperbarui untuk menunjang kualitas latihan.

“Tantangan dan kendala selama persiapan ada beberapa hal, mulai dari kedisiplinan atlet, kemudian dari segi peralatan sendiri juga banyak kendala. Beberapa perlengkapan sudah banyak yang rusak dan perlu diperbarui,” ujarnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas latihan turut dipengaruhi kelayakan peralatan yang digunakan atlet. Menjelang Porprov yang tinggal beberapa bulan, kebutuhan perlengkapan menjadi salah satu bagian yang perlu mendapat perhatian agar program latihan berjalan optimal.

Abdul Muqit berharap pemerintah dapat melihat langsung proses pembinaan atlet pencak silat Samarinda dan memberikan dukungan terhadap kebutuhan latihan.

“Harapan kami dari pemerintah sendiri bisa melihat tim Samarinda pada saat latihan dan memberikan bantuan peralatan yang dibutuhkan untuk latihan,” katanya.

Di sisi lain, target tim Samarinda pada Porprov VIII cukup tinggi. Pelatih berharap kontingen pencak silat Samarinda tidak sekadar mengikuti pertandingan, tetapi mampu bersaing untuk meraih gelar juara umum.

Target tersebut akan diuji melalui 31 kelas pertandingan yang dipersiapkan Samarinda. Seluruh kelas diharapkan dapat diikuti sehingga peluang untuk mengumpulkan medali dapat dimaksimalkan.

“Target Samarinda sendiri bisa menjadi juara umum dan meraih medali sebanyak-banyaknya,” ujar Abdul Muqit.

Bagi tim pencak silat Samarinda, Sparring Day menjadi salah satu tahapan penting sebelum memasuki pertandingan sesungguhnya. Evaluasi dari setiap simulasi diharapkan dapat membantu pelatih melihat kekuatan dan kekurangan atlet yang masih perlu diperbaiki.

Dengan waktu menuju Porprov yang semakin dekat, pembenahan teknik, kedisiplinan, kesiapan fisik, serta dukungan peralatan menjadi pekerjaan yang harus berjalan bersamaan. (RRI.co.id)

Sementara itu, Porprov VIII Kaltim di Paser juga diproyeksikan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan atlet daerah. KONI Kaltim sebelumnya menyebut ajang tersebut penting untuk menjaring atlet potensial yang dapat diproyeksikan menuju agenda olahraga nasional berikutnya.

Karena itu, bagi Samarinda, pencak silat bukan hanya mengejar medali di Paser. Persiapan yang dilakukan sejak jauh hari menjadi bagian dari upaya memastikan atlet memiliki pengalaman bertanding dan fondasi prestasi yang dapat dikembangkan setelah Porprov berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....