Karhutla di Pendingin Kukar Capai 140 Hektare

  • 22 Agt 2026 11:31 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, hingga Jumat 21 Agustus 2026 terus mendapat penanganan tim gabungan. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kukar yang disampaikan Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kaltim, Muriono, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 140 hektare.

Kebakaran terpantau terjadi di wilayah RT 09 dan RT 03 Kelurahan Pendingin. Laporan mengenai munculnya titik api diterima petugas dari warga pada pukul 14.48 WITA, setelah sebelumnya tim melakukan pemantauan dan bersiaga terhadap potensi api yang bergerak mendekati kawasan permukiman.

Berdasarkan pemantauan menggunakan drone, luasan lahan terbakar diperkirakan sekitar 140 hektare. Namun, luasan tersebut masih berpotensi bertambah karena api masih tersebar di sejumlah titik di wilayah Pendingin.

"Api masih tersebar di beberapa titik dan saat ini tim terus melakukan pemadaman, terutama pada lokasi yang berpotensi mendekati permukiman warga," kata Muriono.

Lahan yang terbakar merupakan kawasan hutan gambut. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman karena api dapat menyebar melalui lapisan gambut dan sulit dideteksi secara kasatmata. Sumber air yang digunakan tim dalam penanganan berasal dari sungai di sekitar lokasi.

Tim TRC BPBD bersama unsur gabungan mulai melakukan koordinasi sejak pukul 08.30 WITA. Petugas kemudian bersiaga sambil menunggu laporan masyarakat apabila ditemukan titik api yang mendekati permukiman dan dapat dijangkau untuk dilakukan pemadaman.

Pada pukul 14.48 WITA, laporan masuk mengenai titik api yang membesar. Tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Sekitar pukul 19.00 WITA, petugas kembali bergeser ke titik lain untuk melakukan pemadaman sekaligus membuat blok karena arah api berpotensi mendekati permukiman warga, ujarnya.

Upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Selain sumber air yang cukup jauh, konektor selang pemadam beberapa kali mengalami gangguan. Kabut asap yang cukup tebal serta angin kencang di lokasi juga membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit.

Petugas menggunakan sejumlah peralatan semi mekanis, di antaranya lima rol selang ukuran 1,5 inci, satu Y connection, mesin Tohatsu, lima jet shooter, satu water tank, mesin pompa Tohatsu, serta selang berukuran 2,5 inci sebanyak dua rol.

Selain itu, BPBD Kukar mengerahkan satu unit mobil tangki Dalkarhutla, satu mobil Hilux komando Dalkarhutla, dan satu unit mobil slip on untuk mendukung proses penanganan karhutla di lapangan.

Pemadaman melibatkan BPBD Kabupaten Kukar bersama Redkar Sanga-Sanga, Koramil, pihak kecamatan, Damkar Matan, Polsek Anggana, Relawan Sarijaya, Relawan Pendingin, Kelurahan Pendingin, Redkar Kota Juang, Al-Badar, Ekualindo, Mas Bro, PT M.A.P, K.F.I, serta Redkar Sanga-Sanga Muara.

Hingga sekitar pukul 22.00 WITA, proses pemadaman dihentikan sementara dan tim gabungan kembali ke posko pada pukul 22.11 WITA. Meski demikian, sejumlah titik api masih terlihat sehingga kondisi lahan belum sepenuhnya aman dari potensi kebakaran lanjutan, katanya.

BPBD Kukar memastikan pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan, terutama terhadap titik api yang berpotensi bergerak menuju kawasan permukiman. Peran masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat kepulan asap atau titik api juga dinilai penting untuk mempercepat penanganan di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....