Kemerdekaan Dimaknai dengan Karya dan Pelestarian Budaya

  • 20 Agt 2026 11:32 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Perayaan kemerdekaan Indonesia di bulan Agustus dinilai tidak cukup hanya diisi dengan berbagai kegiatan seremonial. Semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui karya, inovasi, kemandirian, serta upaya menjaga identitas budaya bangsa.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma, mengatakan makna kemerdekaan saat ini perlu dimaknai lebih luas sesuai dengan tantangan zaman. Menurutnya, masyarakat tidak lagi berjuang melawan penjajahan secara fisik, tetapi memiliki tanggung jawab menggunakan kebebasan untuk melakukan hal-hal positif.

"Yang dituntut bukan hanya hura-hura merayakan, tetapi kita punya karya atau inovasi yang bisa kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan," ujar Barlin saat menjadi narasumber Talkshow Pro 4, di kutip 20 Agustus 2026.

Ia menilai salah satu bentuk nyata mengisi kemerdekaan adalah membangun kemandirian. Menurut Barlin, generasi Indonesia harus mampu menghasilkan karya, berinovasi, serta memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun global.

Barlin juga menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari semangat kemerdekaan. "Pelestarian budaya itu mendekatkan kita dengan siapa kita, identitas kita, jati diri kita," katanya.

Menurut Barlin, keberagaman budaya, bahasa, dan adat istiadat merupakan kekuatan bangsa Indonesia. Perbedaan tersebut justru menjadi modal untuk membangun bangsa yang besar dengan tetap berpegang pada semangat persatuan.

Ia mengatakan, generasi muda perlu mengenal dan melestarikan budaya yang telah diwariskan leluhur agar identitas tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kota Samarinda terus menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus mengenal budaya lokal. Barlin menyebut berbagai kegiatan seperti lomba seni, tari, menyanyi, mendongeng, olahraga tradisional, hingga permainan rakyat menjadi bagian dari upaya tersebut.

"Tugas pemerintah daerah sangat strategis dalam melestarikan serta mendorong nilai-nilai supaya anak-anak muda lebih aktif," ucapnya.

Menurutnya, ruang ekspresi budaya dapat menjadi sarana untuk menemukan sekaligus mengembangkan bakat generasi muda. Kegiatan tersebut juga diharapkan membuat anak-anak semakin dekat dengan budaya yang menjadi identitas daerahnya.

Barlin mencontohkan, semangat para tokoh kemerdekaan yang tetap mempertahankan identitas daerah meskipun berjuang untuk bangsa Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa identitas budaya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk berpikir maju, berkreasi, dan memiliki wawasan global.

Ia mengajak generasi muda memulai kontribusi dari hal-hal sederhana sesuai kemampuan masing-masing.

"Identitas itu tidak menghambat kreativitas, cara berpikir, dan kemajuan. Meskipun kita tinggal di Indonesia, kita harus tetap berpikir global," kata Barlin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....