Pelajar Samarinda Isi Kemerdekaan dengan Karya dan Kreativitas

  • 20 Agt 2026 12:03 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Makna kemerdekaan bagi generasi muda tidak hanya berkaitan dengan perjuangan dan pertumpahan darah, tetapi juga keberanian untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Hal tersebut disampaikan Laiqa Indira Tsurayya, siswi kelas VIII-1 SMP Negeri 4 Samarinda, yang menilai setiap individu dapat mengisi kemerdekaan melalui kerja keras dan karya.

Laiqa mengatakan, kemerdekaan dapat dimulai dari diri sendiri dengan berusaha menjadi individu yang lebih baik. “Jadi kemerdekaan itu bisa berupa dari diri kita sendiri, seorang individu yang mau berjuang, bekerja keras untuk menjadi individu yang lebih baik untuk negara kita sendiri,” ujar Laiqa saat menjadi narasumber Talkshow Pro 4, di kutip 20 Agustus 2026.

Dalam kesehariannya, Laiqa aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti organisasi MPK, English Club, dan teater. Ia menilai keterlibatan dalam organisasi maupun kegiatan di luar sekolah dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar, mengembangkan kemampuan dan membangun kepercayaan diri.

Menurut Laiqa, sekolah juga dapat menjadi tempat bagi siswa untuk mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan dalam peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Di SMP Negeri 4 Samarinda, kegiatan tersebut diisi dengan berbagai lomba seperti bakiak, balon berantai, balap karung, mendongeng dan menyanyi.

Selain perlombaan, terdapat pula kegiatan yang mendorong kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. “Salah satunya mungkin bisa mengolah sampah botol menjadi barang yang lebih bermanfaat dan dinilai berdasarkan kreativitas hasil karya kita,” ucapnya.

Laiqa juga mendorong generasi muda untuk tetap aktif dan kreatif tanpa meninggalkan budaya Indonesia. Menurutnya, pelajar dapat memanfaatkan berbagai ruang untuk belajar, baik melalui pendidikan formal maupun organisasi, forum anak dan pelatihan.

Ia sendiri pernah membuat ilustrasi di media sosial berupa poster yang berisi semangat kemerdekaan sekaligus mengenalkan adat dan budaya. “Selain membuat poster, pernah juga menampilkan dongeng daerah cerita Gunung Lipan dan Gunung Tembak di sini,” ujarnya.

Selain berkarya di sekolah, Laiqa mengikuti pelatihan public speaking di Kampung Dongeng. Ia berharap pengalaman tersebut dapat terus mengembangkan kemampuannya sekaligus menjadi bekal untuk berkontribusi sebagai generasi muda.

“Enggak ada kata untuk menyerah dan untuk takut. Karena kita di sini juga masih belajar untuk berkembang,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....