Kaltim Mulai Kering, Ratusan Karhutla Terus Terjadi

  • 19 Agt 2026 16:49 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kondisi cuaca kering dan minim hujan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. BPBD Kaltim mencatat ratusan kejadian kebakaran hingga pertengahan Agustus 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mengatakan, curah hujan di sejumlah wilayah Kaltim saat ini sangat rendah. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah tengah, selatan, dan pesisir Kaltim.

"Untuk daerah tengah dan selatan atau di pesisir itu sudah hampir semua dapat dikatakan kering. Adapun hujan hanya sampai dengan 10 milimeter," kata Buyung pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurutnya, wilayah utara Kaltim masih memiliki potensi hujan dengan curah sekitar 100 hingga 150 milimeter. Namun, pada dasarian pertama dan kedua Agustus, intensitas hujan di sejumlah wilayah mulai menurun.

Buyung menyebut kondisi September diperkirakan lebih kering dibandingkan Agustus. BPBD masih menunggu pembaruan data dari BMKG untuk memastikan perkembangan cuaca dan curah hujan berikutnya.

Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kaltim juga memantau ratusan titik panas yang muncul hampir setiap hari. Titik panas tersebut tetap perlu divalidasi untuk memastikan apakah berkaitan dengan kejadian kebakaran.

Hingga 12 Agustus 2026, BPBD Kaltim mencatat 189 kejadian kebakaran di wilayah Kaltim. Kebakaran terjadi di sejumlah daerah dan sebagian di antaranya mulai menimbulkan asap.

Buyung mengatakan, kebakaran lahan yang terpantau di lapangan sebagian besar diduga akibat kelalaian manusia. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah tanpa pengawasan.

"Kami memohon kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan, membakar sampah, terutama tidak meninggalkan atau tidak mengawasi dengan baik," ujarnya.

BPBD Kaltim bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat pencegahan karhutla. Imbauan juga diteruskan hingga tingkat desa dan kelurahan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta dampak asap terhadap kesehatan dan transportasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....