Tujuh Titik Karhutla Melanda Kabupaten Paser

  • 19 Agt 2026 10:52 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser menerima laporan dan melakukan penanganan terhadap tujuh lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, menyampaikan laporan tersebut berdasarkan data penanganan Posko Satgas Karhutla BPBD Kabupaten Paser. Tujuh lokasi kebakaran tersebar di Kecamatan Pasir Belengkong, Tanah Grogot, Batu Engau, dan Muara Komam, ujarnya.

Lokasi pertama berada di Desa Suatang Keteban RT 10, Kecamatan Pasir Belengkong. Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 10.55 WITA setelah warga melihat titik api berjarak sekitar 50 meter dari permukiman. Area yang terbakar berupa semak belukar di kawasan perkebunan sawit dengan luas sekitar lima hektare.

Kebakaran berikutnya terjadi di Desa Tepian Batang RT 11, Kecamatan Tanah Grogot, sekitar pukul 13.00 WITA. Tim terpadu Karhutla bergerak setelah menerima laporan melalui grup WhatsApp Karhutla Desa Tepian Batang dan melakukan pemadaman terhadap semak belukar di area perkebunan sawit seluas sekitar satu hektare.

Pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di Desa Sempulang Blok B, Kecamatan Tanah Grogot. Laporan masyarakat diterima sekitar pukul 13.30 WITA dan langsung ditindaklanjuti tim terpadu. Kebakaran melanda semak belukar dengan luas sekitar dua hektare, katanya.

Selanjutnya, kebakaran lahan dilaporkan di Jalan Sultan Muhamad Ali RT 12, Kecamatan Pasir Belengkong, sekitar pukul 15.30 WITA. Area yang terbakar berupa semak belukar dan gambut dengan luas sekitar dua hektare. Tim gabungan langsung melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.

Kebakaran juga terjadi di Jalan Senaken RT 03, Kecamatan Tanah Grogot, sekitar pukul 20.10 WITA. Lahan yang terbakar berupa semak belukar dan sampah dengan ukuran sekitar 15 x 30 meter. Lahan tersebut diketahui milik H. Madali.

Sementara itu, di Desa Petangis, Kecamatan Batu Engau, tim personel pengamanan Tahura menemukan titik api yang masih menyala saat melakukan pemantauan terhadap lahan bekas terbakar. Area berupa semak belukar yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.

Lokasi ketujuh berada di Desa Muara Kuaro, Kecamatan Muara Komam, dengan laporan diterima sekitar pukul 13.00 WITA. Api diketahui mendekati kebun karet warga sehingga pelapor segera menghubungi anggota Damkar Muara Komam. Kebakaran melanda tanaman konservasi dan semak belukar dengan luas sekitar lima hektare.

Muriono menjelaskan, dari tujuh lokasi yang dilaporkan tersebut, lima titik kebakaran telah berhasil ditangani, sedangkan dua titik lainnya masih dalam pemantauan. Penanganan di lapangan menghadapi kendala akses menuju salah satu lokasi yang sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, ujarnya.

Selain kendala akses, petugas menghadapi kondisi angin kencang yang menyebabkan api cepat meluas. Kondisi lahan yang sangat kering serta sumber air yang mulai mengering turut menyulitkan proses pemadaman. Keterbatasan peralatan juga menjadi kendala dalam memastikan luasan lahan yang terbakar secara akurat.

Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan terdiri dari BPBD Kabupaten Paser, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, Kodim 0904/TNG, Polres Paser, Satpol PP Kabupaten Paser, Damkar Kecamatan Pasir Belengkong, Damkar Kecamatan Muara Komam, Manggala Agni, Brigade Tahura Lati Petangis, PMI Paser, relawan, serta masyarakat.

Tim gabungan melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia sekaligus berupaya mencegah api merembet ke lahan yang belum terbakar dan kawasan permukiman. Pusdalops BPBD Kabupaten Paser juga melakukan kaji cepat, asesmen, serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam penanganan karhutla, katanya.

Dengan kondisi cuaca cerah dan lahan yang kering, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan. Pencegahan karhutla dinilai penting untuk mengurangi risiko meluasnya kebakaran, terutama ketika angin kencang dan ketersediaan sumber air terbatas.

BPBD juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan di sekitar permukiman, perkebunan, dan kawasan hutan. Setiap kemunculan titik api diharapkan segera dilaporkan agar dapat ditangani sedini mungkin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....