Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 2 Samarinda, Bangun Talenta Reporter Muda

  • 15 Agt 2026 12:53 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 2 Samarinda menggelar Workshop Jurnalistik bertema “From Fact to Stories: Menjadi Jurnalis Muda yang Kritis, Kreatif, dan Berintegritas” di Lab Agama Meeting Room, Jumat 14 Agustus 2026. Kegiatan perdana ini diikuti 36 peserta dari kelas 10 hingga kelas 12 untuk memperkuat kemampuan jurnalistik sekaligus mempersiapkan regenerasi anggota ekstrakurikuler.

Workshop tersebut menghadirkan praktisi bidang penyiaran, Saparuddin, S.I.P., sebagai salah satu pemateri. Kehadiran praktisi diharapkan dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru kepada para siswa mengenai dunia jurnalistik yang tidak hanya berkaitan dengan kamera dan penyuntingan, tetapi juga mencakup penulisan berita, peliputan, serta kemampuan menjadi reporter.

Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 2 Samarinda, Fatmah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih luas kepada para anggota jurnalistik. Menurutnya, siswa membutuhkan pengetahuan dari pihak luar yang memiliki pengalaman langsung di bidang jurnalistik.

“Kegiatan hari ini adalah workshop jurnalistik dengan tema menjadi reporter dan jurnalis muda yang berintegritas untuk ke depannya di dalam madrasah ini, kalau bisa malah keluar. Sejujurnya ini adalah kegiatan perdana yang diadakan oleh ekskul jurnalistik,” ujarnya.

Fatmah mengapresiasi gagasan Ketua Ekstrakurikuler Jurnalistik sekaligus Ketua Panitia, Syafa Khairani Atsila, yang dinilai memiliki semangat untuk mengembangkan kegiatan jurnalistik di lingkungan madrasah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang regenerasi bagi siswa, khususnya anggota kelas 10 yang nantinya meneruskan kegiatan ekstrakurikuler.

“Anak-anak kami perlu ilmu pengetahuan yang baru dari orang luar, terutama orang yang memang mempunyai pengalaman di bidang ini. Harapannya supaya anak-anak bisa belajar, berkarya, dan berinovasi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan dunia luar, terutama teknologi dan pembelajaran di luar sana yang sangat luar biasa,” katanya.

Fatmah menambahkan, ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 2 Samarinda telah berjalan lebih dari 10 tahun. Pergantian pembina dan proses regenerasi siswa menjadi bagian dari perjalanan kegiatan tersebut, sehingga pengembangan kompetensi anggota perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Syafa Khairani Atsila mengatakan workshop digelar untuk membekali generasi penerus dengan pemahaman yang lebih lengkap mengenai dunia jurnalistik. Ia menilai kemampuan anggota tidak cukup hanya pada penguasaan kamera maupun editing, tetapi juga harus memahami proses menghasilkan sebuah berita.

Peserta mengikuti sesi interaktif Workshop Jurnalistik MAN 2 Samarinda dengan aktif menyampaikan pertanyaan kepada pemateri, Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk memperdalam kemampuan jurnalistik, mulai dari teknik menjadi reporter hingga penulisan berita yang kritis, kreatif, dan berintegritas. (Foto : RRI/Dedi)

“Tujuannya supaya adik-adik generasi selanjutnya bisa mengerti bagaimana bekerja di dunia jurnalistik. Jadi ilmunya tidak hanya sebatas editing dan tangkap kamera, tetapi juga tentang berita, penulisan berita, dan tentang reporter,” ujarnya.

Menurut Syafa, sebanyak 36 siswa mengikuti kegiatan tersebut dengan keterwakilan dari seluruh jenjang kelas 10 hingga kelas 12. Keikutsertaan lintas kelas tersebut diharapkan dapat memperkuat proses transfer pengetahuan sekaligus membangun regenerasi dalam tubuh Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 2 Samarinda.

Pasca workshop, para peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami materi, tetapi juga akan melakukan evaluasi dan praktik ulang terhadap pengetahuan yang diperoleh. Langkah tersebut dilakukan agar keterampilan jurnalistik yang dipelajari dapat terus diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Syafa mengungkapkan, pihaknya juga memiliki rencana untuk mengembangkan media digital berupa blog khusus Jurnalistik MAN 2 Samarinda. Platform tersebut nantinya diharapkan menjadi wadah bagi para siswa untuk mempraktikkan kemampuan menulis, meliput, mengedit, dan mempublikasikan karya jurnalistik.

“Kami akan mengulang lagi apa yang disampaikan para pemateri, mengevaluasi apa yang sebenarnya terjadi kepada kami, kemudian mempraktikkan ulang supaya ilmu yang kami dapat terus terpakai. Insyaallah kami juga akan membuat blog sendiri untuk Jurnalistik MAN 2 Samarinda,” katanya.

Ia berharap para anggota dapat berkembang sesuai minat masing-masing di dunia jurnalistik, baik sebagai reporter, penulis berita maupun editor. Menurutnya, setiap siswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan jurnalistik secara konsisten.

“Harapan saya, adik-adik bisa berkembang di dunia jurnalistik seperti apa yang mereka mau dan mendapatkan dunia mereka, ada yang menjadi reporter, ada yang menulis berita, dan ada yang menjadi editor,” ujarnya.

Kegiatan workshop tersebut menjadi momentum bagi Ekstrakurikuler Jurnalistik MAN 2 Samarinda untuk memperkuat budaya literasi, kreativitas, serta keterampilan komunikasi siswa. Melalui pembelajaran langsung dari praktisi dan latihan berkelanjutan, para anggota diharapkan mampu menghasilkan karya jurnalistik yang kritis, kreatif, faktual, dan berintegritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....