Karhutla Hanguskan Satu Hektare Semak Belukar di Muara Komam

  • 12 Agt 2026 06:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Jalan Poros Mampo, Kelurahan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kebakaran yang terjadi pada Selasa 11 Agustus 2026 sekitar pukul 13.05 WITA itu, menghanguskan sekitar satu hektare lahan yang ditumbuhi semak belukar.

Petugas Pusdalops BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Muriono, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Paser menyebutkan, kejadian diketahui setelah petugas piket pemadam kebakaran menerima laporan dari warga.

"Informasi tersebut disampaikan warga bernama Rina melalui WhatsApp mengenai adanya kebakaran lahan di kawasan Mampo," ujarnya.

Menerima laporan tersebut, tim pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Petugas melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas ke area lahan lainnya.

Lahan yang terbakar diketahui merupakan area semak belukar dengan luas sekitar satu hektare. Hingga laporan tersebut diterima, pemilik lahan yang terbakar belum diketahui.

Dalam penanganan kebakaran, Pusdalops BPBD Kabupaten Paser terlebih dahulu melakukan assessment untuk mengetahui kondisi dan luasan area terdampak. Selanjutnya, proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh petugas dan masyarakat sekitar.

Tim gabungan yang terlibat dalam penanganan terdiri dari Damkar Sektor Kecamatan Muara Komam, staf Kecamatan Muara Komam, serta warga sekitar. Mereka berupaya memadamkan api sekaligus mencegah kobaran merembet ke lahan yang belum terbakar.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit mobil Dalkarhutla. Selain itu, digunakan pula sejumlah peralatan pendukung, di antaranya satu unit nozzle ukuran 1,5, satu rol selang ukuran 1,5, serta alat gepyok.

Muriono mengatakan, kondisi di lokasi saat ini sudah aman setelah api berhasil dipadamkan oleh tim gabungan. "Cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan dalam kondisi cerah saat proses penanganan berlangsung," katanya.

Ia menambahkan, koordinasi antara petugas pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan, BPBD dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran lahan. Langkah tersebut juga dilakukan untuk mengantisipasi agar api tidak kembali meluas ke kawasan sekitarnya.

Berdasarkan laporan sumber data dari Damkar Muara Komam, hingga penanganan selesai api dinyatakan sudah padam. Petugas tetap melakukan pemantauan terhadap lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kebakaran lahan tersebut menjadi perhatian mengingat kondisi semak belukar dapat membuat api dengan cepat menjalar, terutama apabila didukung kondisi cuaca yang cerah. Masyarakat di sekitar lokasi juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....