Siaga Penuh Karhutla 2026: 71 Kasus Melanda Kaltim dalam 10 Hari Terakhir
- 11 Agt 2026 13:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID,Balikpapan- Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) resmi menetapkan status siaga penuh dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah tegas ini ditandai dengan digelarnya Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Karhutla 2026 di Lapangan M. Jasin Mako Sat Brimob Polda Kaltim, Balikpapan, pada Selasa 11 Agustus 2026.
Apel besar yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo ini menjadi alarm keras bagi seluruh sektor, mengingat lonjakan titik api yang meningkat tajam akibat cuaca kering ekstrem.
Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Polda Kaltim memastikan bahwa ribuan personel beserta alat utama (alut) penanganan kebakaran telah disiagakan penuh.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Tedy Soepandi, menjelaskan bahwa strategi utama kepolisian saat ini berfokus pada pencegahan tanpa mengabaikan pelayanan rutin masyarakat.
"Untuk saat ini, sekitar sepertiga dari total kekuatan 6.000 personel gabungan sudah masuk dalam plot kesiapsiagaan karhutla, lengkap dengan dukungan armada taktis," ujar Kombes Pol Tedy Soepandi saat ditemui di Mako Brimob.
"Masing-masing personel telah memegang surat perintah khusus. Kita kedepankan fungsi deteksi dini dan imbauan pencegahan terlebih dahulu. Namun, jika situasi di lapangan membesar dan membutuhkan penanganan darurat, seluruh kekuatan personel siap kita muntahkan ke lokasi titik api," kata Tedy.
Pihak Polda Kaltim juga mengingatkan masyarakat secara tegas agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Tindakan hukum yang cepat dan profesional akan langsung diambil jika ditemukan adanya unsur kesengajaan yang berdampak luas.
Grafik Merah Agustus: 71 Kasus dalam 10 Hari
Kekhawatiran kepolisian bukan tanpa alasan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim merilis data mencengangkan terkait eskalasi kebakaran lahan yang terjadi sepanjang tahun 2026, khususnya memasuki bulan Agustus.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengungkapkan bahwa wilayah Kalimantan Timur saat ini sedang menghadapi ancaman kekeringan yang sangat serius."Hingga data per 10 Agustus 2026, tercatat total ada 196 kasus kebakaran lahan di Kaltim sejak awal tahun. Yang membuat kita harus melipatgandakan kewaspadaan adalah 71 kejadian di antaranya justru menumpuk hanya dalam kurun waktu sepuluh hari pertama di bulan Agustus ini," ujar Buyung Dodi Gunawan.
Menurut Buyung, situasi diprediksi akan jauh lebih menantang karena curah hujan di separuh wilayah Kaltim saat ini berada jauh di bawah normal."Puncaknya diperkirakan terjadi pada September nanti, di mana curah hujan diproyeksikan sangat minim, berkisar nol hingga 20 milimeter saja. Kekeringan ekstrem otomatis memperbesar potensi api menjalar cepat. Oleh sebab itu, sinergi tanggap darurat bersama TNI, Polri, dan relawan di Mako Brimob hari ini menjadi kunci vital sebelum bencana meluas," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....