MTI Kaltim Dorong Integrasi Navigasi Sungai Mahakam

  • 11 Agt 2026 08:48 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Modernisasi sistem navigasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran pelayaran di Sungai Mahakam. Penggunaan teknologi dinilai penting karena aktivitas kapal dan tongkang terus meningkat, sementara karakter alur sungai memiliki arus serta kondisi kedalaman yang dinamis.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kalimantan Timur, Tiopan H. M. Gultom, mengatakan sebagian nakhoda masih mengandalkan pengalaman dan pengamatan visual saat melintasi sejumlah ruas sungai. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilengkapi dengan sistem navigasi yang terstandardisasi dan berbasis data terkini.

“Banyak nakhoda yang melintasi ruas-ruas kritis Sungai Mahakam masih mengandalkan pengalaman visual, bukan panduan navigasi yang terstandardisasi,” ujar Tiopan pada Selasa 11 Agustus 2026. Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan karena perubahan kedalaman dan arus sungai dapat memengaruhi keselamatan pelayaran.

Upaya modernisasi mulai dilakukan melalui pemasangan lampu suar navigasi dan sensor pemantauan kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam. Fasilitas tersebut dapat membantu kapal saat melintas pada malam hari maupun ketika jarak pandang terbatas.

Samarinda juga telah memiliki Stasiun Vessel Traffic Service atau VTS yang berfungsi menyediakan informasi navigasi, bantuan navigasi, serta pengaturan lalu lintas kapal. Namun, pemanfaatan VTS untuk mendukung kegiatan pemanduan di sepanjang alur Sungai Mahakam masih perlu dioptimalkan dan diintegrasikan secara menyeluruh.

“Integrasi VTS dengan Automatic Identification System atau AIS serta pemantauan kedalaman dan pasang-surut secara real time di seluruh ruas kritis masih menjadi kebutuhan yang mendesak,” kata Tiopan. Menurutnya, integrasi tersebut dapat meningkatkan kemampuan pemantauan pergerakan kapal sekaligus membantu pengambilan keputusan saat kondisi alur berubah.

Tiopan menambahkan, revitalisasi alur juga perlu dilakukan melalui pengukuran batimetri dan penyusunan peta pelayaran terbaru. Langkah tersebut penting karena sedimentasi dapat memengaruhi kedalaman sungai dan meningkatkan risiko gangguan terhadap aktivitas pelayaran.

Pengembangan sistem navigasi terpadu, menurut Tiopan, tidak cukup hanya berfokus pada kawasan jembatan di Kota Samarinda. Modernisasi perlu menjangkau ruas-ruas penting dari wilayah hulu hingga hilir agar Sungai Mahakam dapat dikelola sebagai jalur transportasi yang lebih aman dan efisien.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....