Gerakan Literasi Kaltim Dorong Ribuan Guru Hasilkan Buku
- 01 Sep 2026 08:50 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Gerakan Literasi Kalimantan Timur Tahun 2026 tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya karya dari kalangan pendidik. Salah satu program yang diperkenalkan Bunda Literasi Kaltim adalah “Satu Guru Satu Buku”.
Bunda Literasi Kaltim, Sarifah Suraidah Harum, mengatakan guru memiliki posisi strategis dalam membangun ekosistem literasi di lingkungan pendidikan. Karena itu, para guru di Kalimantan Timur didorong tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menghasilkan karya berupa buku.
“Program kedua dari Bunda Literasi adalah Satu Guru Satu Buku. Kita memiliki ribuan guru di Kalimantan Timur yang kita dorong untuk menulis buku,” ujar Sarifah pada Minggu 30 Agustus 2026.
Menurut Sarifah, karya guru dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mendokumentasikan pengalaman, pengetahuan, dan inovasi yang berkembang di lingkungan pendidikan. Kegiatan menulis juga dinilai dapat mendorong guru untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Lisa Hasliana, mengatakan Festival Literasi 2026 memang dirancang sebagai wadah edukasi, apresiasi, promosi, kreativitas dan kolaborasi. Kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat budaya baca serta meningkatkan kecakapan literasi masyarakat.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan minat baca, kegemaran membaca, dan kecakapan literasi masyarakat Kalimantan Timur serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi, edukasi, inovasi, rekreasi dan pembelajaran sepanjang hayat,” ucap Lisa.
Lisa menambahkan, penguatan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, komunitas, dunia usaha hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem literasi yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada pelaksanaan festival semata.
Selain program Satu Guru Satu Buku, Gerakan Literasi Kaltim juga mengusung gagasan kampung literasi dan OPD mengajar. Melalui berbagai program tersebut, literasi diharapkan berkembang dari sekadar aktivitas membaca menjadi budaya menghasilkan pengetahuan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....