Amankan Obvitnas, TNI AL Sinergi Jaga Pasokan Migas Lepas Pantai PHM

  • 11 Agt 2026 05:05 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Balikpapan - PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mempererat sinergi dengan TNI Angkatan Laut (AL) untuk menjamin keamanan operasional hulu minyak dan gas bumi (migas). Komitmen ini ditegaskan dalam kunjungan kehormatan Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan ke fasilitas operasi lepas pantai (offshore) Bekapai, sekitar 60 kilometer utara perairan Kota Balikpapan, pada 22 Juli 2026. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperketat pengamanan aset PHM yang berstatus sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas). Langkah ini sekaligus memastikan keberlangsungan operasi yang aman, andal, dan ramah lingkungan demi menopang ketahanan energi nasional.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyambut langsung kedatangan Komandan Lanal Balikpapan, Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo bersama tim. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul), Haryanto Syafri, beserta jajaran manajemen terkait. Setyo mengatakan keberhasilan operasi hulu migas di lapangan yang matang (mature field) tidak hanya bertumpu pada keandalan fasilitas dan kompetensi pekerja. Keamanan yang kokoh merupakan fondasi utama.

"Sebagai pengelola aset Obvitnas, PHM memerlukan sinergi kuat dengan regulator dan aparat keamanan, termasuk TNI AL. Kolaborasi ini sangat krusial dalam melindungi aset strategis negara dan menjaga pasokan energi nasional agar operasi berjalan selamat, andal, serta berkelanjutan," ujar Setyo dalam keterangan resminya, Senin, 10 Agustus 2026.

Sebagai salah satu fasilitas produksi lepas pantai strategis di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, Lapangan Bekapai memegang peran vital bagi produksi minyak nasional. Di tengah tantangan mengelola lapangan tua, PHM terus memacu optimasi operasi melalui penguatan budaya keselamatan kerja yang ketat, inovasi operasional, pemeliharaan aset, serta peningkatan sistem keamanan.

Apresiasi senada disampaikan oleh Kepala SKK Migas Kalsul, Haryanto Syafri. Ia memuji konsistensi PHM yang tetap menjadi salah satu kontributor utama energi nasional meski menghadapi tantangan penurunan produksi alami pada lapangan matang. Menurutnya, kepatuhan terhadap sistem keselamatan kerja (safety system) di fasilitas lepas pantai merupakan kunci utama.

"Sinergi erat antara SKK Migas, PHM, dan aparat keamanan adalah faktor penentu agar target produksi migas nasional dapat tercapai secara berkelanjutan," ucap Haryanto.

Sementara itu, Komandan Lanal Balikpapan, Letkol Laut (P) Rudhiro Pratomo menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengawal aset strategis tersebut. TNI AL berkomitmen penuh meningkatkan intensitas koordinasi, melakukan patroli keamanan secara berkala, serta melakukan tindakan preventif guna mengantisipasi potensi gangguan di wilayah perairan.

"Pengamanan Obvitnas adalah tanggung jawab bersama. Melalui kolaborasi yang solid, kami berharap operasional PHM berjalan tanpa hambatan sehingga mampu mendukung ketahanan energi Indonesia," ujar Rudhiro.

Kunjungan kerja ini diawali dengan induksi keselamatan (safety induction) sebagai bentuk kepatuhan terhadap prosedur baku di fasilitas migas. Agenda kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai kondisi operasional Bekapai, sistem mitigasi keselamatan, manajemen keamanan lepas pantai, serta pengenalan jaringan pipa migas bawah laut yang menjadi urat nadi penyaluran energi di WK Mahakam.

Melalui momentum ini, PHM, SKK Migas, dan TNI AL menyatukan visi untuk melindungi aset negara dan menjaga kelancaran produksi migas. PHM—anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) di Zona 8 yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)—berkomitmen terus melahirkan inovasi teknologi demi menghasilkan energi yang selamat, efisien, patuh hukum, dan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....